Kasus yang menimpa Lucky bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa. Apalagi warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan bahwa ini kejadian yang kesekiankalinya.
Ini adalah cermin kelalaian struktural, di mana ruang publik dikuasai kepentingan privat, sementara keselamatan warga dibiarkan menjadi taruhan. Jika pembatas jalan ilegal dibiarkan hari ini, siapa korban berikutnya esok hari?
Sudah seharusnya aparat berwenang mengusut pihak pembuat dan pemberi izin (jika ada), menertibkan seluruh perlengkapan jalan ilegal, serta memastikan aturan Kemenhub tidak hanya menjadi teks hukum, tetapi benar-benar ditegakkan di lapangan. Karena dalam negara hukum, jalan raya adalah milik publik, bukan area eksperimen yang mempertaruhkan nyawa rakyat.*
(Red)
























