Menu

Mode Gelap
Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN MPLS Pancawaluya SMK Wiraswasta Cimahi Tahun Ajaran 2026/2027 PAKAR PBB sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa SMPN 7 Cimahi Pelepasan Mahasiswa Peserta Program PROBIDIK Gema Jawa Barat dan Penanggulangan MoU SMK bersama Dunia Industri Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026-2027 Kota Cimahi Festival Asia Afrika 2026 Meriah, Karnaval Budaya Satukan Semangat Persahabatan Antarbangsa

Pemerintahan

Pemerintah Siapkan Generasi Muda Lewat Pendidikan Lingkungan di Sekolah

badge-check

Pemerintah Siapkan Generasi Muda Lewat Pendidikan Lingkungan di Sekolah Perbesar

SAMBAS MEDIA – Pemerintah terus memperkuat upaya menghadapi krisis iklim dengan menyiapkan generasi muda yang berketahanan iklim melalui integrasi pendidikan lingkungan dan perubahan iklim ke dalam kurikulum nasional.

Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Franky Zamzani, menyatakan bahwa strategi jangka panjang sangat dibutuhkan untuk membentuk generasi sadar lingkungan. Hal ini disampaikannya dalam sebuah diskusi daring yang berlangsung pada Rabu (14/5).

“Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam menghadapi krisis iklim. Perubahan besar dimulai dari pendidikan dan kebiasaan baik. Kita harus mulai dari langkah kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menggunakan transportasi umum,” ujar Franky.

Merujuk pada laporan UNICEF tahun 2021, Franky menyebutkan lebih dari satu miliar anak di dunia tinggal di wilayah dengan risiko tinggi akibat perubahan iklim. Oleh karena itu, menurutnya, pendidikan adalah kunci untuk melindungi generasi masa depan.

Dalam diskusi yang sama, Ketua Tim Kerja Pembelajaran dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen, Nur Rofika Ayu Shinta, menjelaskan bahwa sejak 2024, pemerintah telah mulai mengintegrasikan pendidikan perubahan iklim ke dalam kurikulum. Upaya ini bekerja sama dengan UNESCO dan melibatkan peningkatan kapasitas sekolah, guru, serta masyarakat.

“Melalui kurikulum, siswa diharapkan mampu mengambil aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari untuk menurunkan emisi. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten bisa berdampak besar,” kata Shinta.

Tak hanya untuk membangun kesadaran lingkungan, pendidikan perubahan iklim juga diarahkan untuk membekali siswa dengan keterampilan yang relevan untuk sektor ekonomi hijau, yang diprediksi akan tumbuh signifikan di masa mendatang.

Program ini dirancang dengan prinsip RAMAH (Relevan, Afektif, Merujuk Pengetahuan, Aksi Nyata, dan Holistik). Materi pendidikan disesuaikan dengan konteks lokal agar mudah diterapkan, serta disebarluaskan melalui mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan budaya sekolah.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap generasi muda Indonesia dapat menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan dan memastikan keberlanjutan masa depan bangsa.***

(Red/ANTARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN

16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Pelepasan Mahasiswa Peserta Program PROBIDIK Gema Jawa Barat dan Penanggulangan MoU SMK bersama Dunia Industri

14 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026-2027 Kota Cimahi

13 Juli 2026 - 14:00 WIB

Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan

9 Juli 2026 - 14:33 WIB

Hasil Evaluasi Internal Reformasi Birokrasi (RB) Perangkat Daerah

7 Juli 2026 - 11:00 WIB

Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat memimpin apel pagi.
Trending di Pemerintahan