Sebagai bukti keseriusan dalam penanganan sanitasi, selain alokasi DAK tersebut Pemerintah Kota Cimahi telah mengambil langkah strategis dengan menambahkan anggaran sekitar Rp 1,3 miliar dari hasil efisiensi belanja daerah. Dengan tambahan ini, total anggaran sanitasi tahun 2025 mencapai Rp 15,6 miliar, yang akan difokuskan pada penyediaan IPAL komunal dan tangki septik individu untuk masyarakat kurang mampu serta peningkatan kualitas layanan sedot tinja.
Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memastikan keberlanjutan program sanitasi. Pendekatan utama yang digunakan adalah pembangunan sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas), di mana warga berperan aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun.
Dengan keterlibatan ini, manfaat program dapat dinikmati dalam jangka panjang. “Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kelangsungan sistem sanitasi yang telah dibangun. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan warga, Cimahi dapat menjadi kota yang lebih sehat, bersih, dan nyaman,” papar Adhitia.
Program ini selaras dengan visi Kota Cimahi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung target nasional dalam mengurangi praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dan mencegah stunting akibat sanitasi yang buruk.
























