Menu

Mode Gelap
Jaksa Agung ST Burhanuddin Lantik Dr. Sutikno, S.H., M.H., sebagai Kepala Kejati Jawa Barat SMK TI Pembangunan Cimahi Gelar Open House dan Persembahan BORAFEST Vol.2 melalui Eksplorasi Kearifan Lokal Aksi Tanam 3.000 Mangrove Baksos’e Suroboyo bersama TPS Pelindo 3 di Sontoh Laut de Braga by ARTOTEL Hadirkan Ruang Meeting Fleksibel Bernuansa Heritage di Kawasan Braga Launching Logo dan Tema KPID Award Dorong Penguatan Kualitas Penyiaran di Jawa Barat  Rayakan 30 Tahun Ascott, HARRIS Hotel Bandung Hadirkan Promo Kuliner “Beyond Plates”

Artikel

Pentingnya Model, Metode dan Teknologi Dalam Pembelajaran di Abad 21 Untuk Lebih Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa

Perbesar

Asep Wahyudin, S.Sn., M.Sn./Pengajar Seni Budaya SMPN 2 Cimahi dan Dosen di Universitas Nusaputra Sukabumi Jurusan DKV dan PGSD.

TPACK (Technological Pedagogic Content Knowledge)
Pengetahuan (Knowledge/K) cara membelajarkan (Pedagogy/P) dan menguasai materi pembelajaran sesuai bidang (Content/C)) dikenal dengan istilah Pedagogy Content Knowledge (PCK). Istilah PCK pertama kali diperkenalkan oleh Shulman pada tahun 1986. Namun, PCK tidak sekedar irisan atau gabungan pengetahuan tentang pedagogi dan penguasaan materi namun diperkuat oleh pengalaman-pengalaman guru.

Penelitian menunjukkan persepsi calon guru terhadap TPACK sangat dipengaruhi oleh pengalaman mengikuti perkuliahan terkait pengetahuan tentang teknologi dan pengetahuan tentang pedagogi dan teknologi (Koh, et.al, 2013). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan pengaruh besar terhadap proses pembelajaran sehingga abad 21 mendorong Saudara untuk memiliki pengetahuan terkait teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Kajian Teori Variabel Tindakan
Pengembangan TPACK dianataranya diaplikasikan sebagai berikut:
⦁ Power Point
⦁ Google Form

HASIL PENERAPAN TPACK YANG DIAMATI DALAM 3 SIKLUS (PRA SIKLUS, SIKLUS 1, DAN SIKLUS 2)

Gambar 6. Design Penelitian Tindakan Kelas Siklus I dan II
Sumber : Disertasi H.Azhar Affandi (2006)

Nilai terendah dari 52 pada pra siklus menjadi 56 pada siklus 1 dan 65 pada siklus ke 2. Untuk nilai tertinggi pada pra siklus 96, pada siklus 1 dan 2 100. Nilai rata-rata kelas dari 79,36 pada pra siklus menjadi 83,24 pada siklus 1, dan 88,27 pada siklus 2. Dapat dilihat juga ketuntasan mengalami perbaikan, yang asalnya siswa yang tuntas hanya 50% pada pra siklus, setelah siklus 1 ketuntasan mengalami peningkatan menjadi 62,5%, dan pada siklus 2 menjadi 84,38%. Dan jumlah siswa yang tidak tuntas mengalami penurunan dari pra siklus sebanyak 50%, siklus 1 sebanyak 37,5% dan di siklus 2 turun signifikan menjadi 15,63%.

Dari tabel di atas dari pra siklus, siklus 1, dan siklus 2 selalu mengalami peningkatan pada aktifitas KBM mata pelajaran seni budaya selama di kelas yang dilihat dari 6 aspek mulai dari sikap siswa, keaktifan siswa untuk ikut serta menghidupkan suasana kelas dan adanya kegiatan belajar yang dua arah, yang berpengaruh terhadap semangat dan keberhasilan proses KBM yang dapat diukur dengan evaluasi di setiap akhir pembelajaran.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil observasi dan tes penguasaan kompetensi dasar, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan pembelajaran menggunakan TPACK (Technological Pedagogic Content Knowledge) dengan menyisipkan audio visual dan metode bervariasi dapat:
⦁ Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII L SMP Negeri 2 Cimahi pada mata pelajaran seni budaya. Terbukti adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa dari 50,00% pada pra siklus, meningkat menjadi 62,50% pada siklus 1 dan 84,38% pada siklus 2.
⦁ Meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII L SMP Negeri 2 Cimahi pada mata pelajaran seni budaya. Terbukti dari 32 siswa yang aktivitasnya kurang baik pada prasiklus dengan rata – rata skor 2,68 mengalami peningkatan pada siklus 1 menjadi 3,67 dengan kualifikasi cukup dan pada siklus 2 menjadi 4,37 atau kualifikasi baik.

SARAN
⦁ Penggunaan teknologi dalam proses kegiatan belajar mengajar perlu dilakukan oleh seluruh tenaga pendidik dalam mata pelajaran apapun karena memiliki pengaruh peningkatan dan perbaikan pada hasil belajar dan motivasi belajar siswa.
⦁ Perlu adanya pelatihan dan pengembangan bagi para tenaga pendidik dari dinas pendidikan atau dari lembaga lainnya untuk meningkatkan kompetensi guru di masa penerapan kurikulum merdeka belajar yang dituntut untuk memiliki keahlian dibidang teknologi/TPACK (Technological Pedagogic Content Knowledge)
⦁ Proses KBM harus menggunakan metode yang mendukung pembelajaran abad-21, salah satunya dengan small group discussion, kelas dibagi kedalam beberapa kelompok untuk lebih menggali materi yang disampaikan guru dan melatih kemandirian dengan student centered learning (SCL).

DAFTAR PUSTAKA
*
Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004 Stantar Kompetensi Kesenian untuk SMA/ MA. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
* Haryanto. 2008 . Upaya peningkatan hasil Belajar Ansambel Musik Melalui metode Belajar Kelompok pada Siswa Kelas VIIIA SMP Muhammaddiyah Terpadu Moga Pemalang, Skripsi. Semarang: Fakultas Bahasa dan seni Universitas Negeri Semarang.
* Hasibuan, J.J, Ibrahim dan Toenlioe, A.J.E. 1988. Proses Belajar Mengajar Ketrampilan Dasar Pengajaran Mikro. Bandung: Penerbit Remadja Karya CV.
* Irianawati Erli Setiani. 2008. Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Pemalang dalam Pembelajaran Apresiasi Seni budaya dengan Memanfaatkan Media Audio dan Audio Visual, Skripsi. Semarang: Fakultas Bahasa dan seni Universitas Negeri Semarang.
* Uno, Hamzah B. (2008). Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.*

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Ti Jepara ka Mancanagara

21 April 2026 - 09:48 WIB

Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji

16 April 2026 - 09:00 WIB

Senior, Mentor dan Guru

4 April 2026 - 13:00 WIB

TOGA Tanaman yang Memiliki Khasiat Kesehatan Bisa Ditanam secara Mandiri

3 April 2026 - 09:00 WIB

Trending di Artikel
Exit mobile version