Kakanwil juga menyoroti banyaknya potensi siswa madrasah yang belum tersalurkan secara optimal. Ia menyebutkan bahwa terdapat siswa madrasah yang memiliki prestasi di berbagai bidang seperti olahraga, tilawah Al-Qur’an, bahasa Arab, bahasa Inggris, hingga bidang akademik lainnya. Namun potensi tersebut belum sepenuhnya terwadahi karena keterbatasan program dan sarana pendukung.
“Banyak siswa madrasah yang berpotensi, ada yang juara olahraga, juara ngaji, juara bahasa Arab dan bahasa Inggris. Tetapi kegiatan yang menyalurkan potensi itu belum maksimal. Ini yang harus kita dorong bersama agar bakat anak-anak madrasah bisa berkembang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kakanwil mendorong agar komite madrasah aktif membantu pengembangan kegiatan ekstrakurikuler dan program pembinaan bakat siswa. Menurutnya, komite harus memandang madrasah sebagai milik bersama sehingga dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan secara kolektif.
“Anggap saja madrasah itu milik kita bersama. Komite harus memperkuat komunikasi dengan kepala madrasah dan guru, sehingga potensi siswa dapat dikembangkan dan kualitas pendidikan meningkat,” katanya.
Lebih lanjut, Kakanwil menekankan pentingnya penguatan komunikasi antara komite dengan pihak madrasah. Ia membuka ruang dialog dan mendorong komite untuk aktif menyampaikan masukan demi kemajuan madrasah. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi emas 2045 melalui pendidikan madrasah yang berkualitas.

























