Menu

Mode Gelap
Stop Politisasi Dana Hibah! Rakyat Tolak Ambulans Ditempel Wajah Pejabat Pengembalian Fungsi Fasilitas Umum sebagai Program Gubernur Jabar dan Walikota Bandung di Kecamatan Bandung Kulon Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting Orang Tua Siswa Kelas 7 SMPN 4 Cimahi TA 2026/2027 Keluarga Ketua Umum LSM Tuar Bersatu Menunggu 8 Jam di Lorong RSHS Tanpa Tindakan, Minta Evaluasi Pelayan Rawat Inap Akademisi Empat Negara Bahas AI, Pendidikan, dan Masa Depan Produksi Film di Malaysia “Pencerahan Pengolahan Limbah B3 di RSHS Demi Keselamatan dan Kesehatan Kerja” LSM Tuar Bersatu Dorong Transparansi dan Kepatuhan Aturan

Pendidikan

Rektor UGM: Tiga Prodi UGM Masuk 100 Besar Dunia, Ketiganya dari Sosial Humaniora

badge-check

Rektor UGM: Tiga Prodi UGM Masuk 100 Besar Dunia, Ketiganya dari Sosial Humaniora Perbesar

Ia menjelaskan bahwa pengembangan akademik di UGM dilakukan secara komprehensif, termasuk melalui penguatan bidang ilmu sosial humaniora yang memperoleh pengakuan dunia. “Pendidikan berperan sebagai ruang pembebasan yang menghadirkan keadilan dan kemajuan bagi masyarakat, karena kebutuhan manusia tidak selalu diukur dari kebutuhan industri semata, melainkan juga kebutuhan kehidupan itu sendiri,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Rektor juga menyoroti pentingnya membangun lulusan yang berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, gelar akademik tidak berhenti pada capaian administratif ataupun keberhasilan memperoleh pekerjaan. Pengalaman belajar di kampus diharapkan membentuk integritas, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk menghadapi tantangan masa depan. Berbagai pengalaman pembelajaran kolaboratif, penelitian, KKN-PPM, hingga aktivitas kemahasiswaan menjadi ruang pembentukan karakter bagi mahasiswa UGM. “Menjadi lulusan UGM bukan sekadar mengantongi ijazah, tetapi menjadi pribadi yang memiliki karakter moral unggul serta mampu memberi dampak bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Dewan Pakar Pengurus Pusat KAGAMA, Anies Baswedan, mengajak para lulusan untuk memandang kehidupan setelah wisuda secara realistis sekaligus penuh harapan. Ia mengingatkan bahwa para lulusan memasuki dunia kerja pada situasi ekonomi yang tidak mudah, dengan pasar kerja yang semakin kompetitif. Namun menurutnya, generasi yang lahir pada masa sulit justru sering menjadi generasi yang paling tangguh. Ia menjelaskan bahwa tantangan bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan ruang pembelajaran yang membentuk ketahanan diri seseorang. “Generasi yang lulus di masa sulit sering kali menjadi generasi yang paling kuat karena mereka belajar bertahan, belajar membaca keadaan, dan belajar tumbuh di tengah keterbatasan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting Orang Tua Siswa Kelas 7 SMPN 4 Cimahi TA 2026/2027

19 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Akademisi Empat Negara Bahas AI, Pendidikan, dan Masa Depan Produksi Film di Malaysia

18 Agustus 2026 - 15:31 WIB

Angkat Isu Transformasi Bisnis Berkelanjutan, 189 Kandidat Doktor Manajemen dari Seluruh Indonesia Kumpul di UNPAR

6 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Sosialisasi Program Kerja SMP Negeri 1 Margahayu Tahun Ajaran 2026-2027

5 Agustus 2026 - 14:00 WIB

STIKOM Bandung Dorong Mahasiswa Adaptif di Era Disrupsi Digital Lewat STIKOM Expo 2026

31 Juli 2026 - 11:36 WIB

Trending di Pendidikan