Menu

Mode Gelap
Perkuat Komunikasi, Polda Jawa Barat Gelar Dialog Bersama Driver Online Rektor UGM: Tiga Prodi UGM Masuk 100 Besar Dunia, Ketiganya dari Sosial Humaniora Kongres III Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Jawa Barat (FKSS Jabar) The Infinity Graduation SMAN 11 Bandung 2026 Cetak Generasi Unggul dalam Implementasi Pancawaluya di Momen Harkitnas 2026 Persib sebagai Identitas Historis Bandung

Pendidikan

Rektor UGM: Tiga Prodi UGM Masuk 100 Besar Dunia, Ketiganya dari Sosial Humaniora

badge-check

Rektor UGM: Tiga Prodi UGM Masuk 100 Besar Dunia, Ketiganya dari Sosial Humaniora Perbesar

Ia menjelaskan bahwa pengembangan akademik di UGM dilakukan secara komprehensif, termasuk melalui penguatan bidang ilmu sosial humaniora yang memperoleh pengakuan dunia. “Pendidikan berperan sebagai ruang pembebasan yang menghadirkan keadilan dan kemajuan bagi masyarakat, karena kebutuhan manusia tidak selalu diukur dari kebutuhan industri semata, melainkan juga kebutuhan kehidupan itu sendiri,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Rektor juga menyoroti pentingnya membangun lulusan yang berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, gelar akademik tidak berhenti pada capaian administratif ataupun keberhasilan memperoleh pekerjaan. Pengalaman belajar di kampus diharapkan membentuk integritas, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk menghadapi tantangan masa depan. Berbagai pengalaman pembelajaran kolaboratif, penelitian, KKN-PPM, hingga aktivitas kemahasiswaan menjadi ruang pembentukan karakter bagi mahasiswa UGM. “Menjadi lulusan UGM bukan sekadar mengantongi ijazah, tetapi menjadi pribadi yang memiliki karakter moral unggul serta mampu memberi dampak bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Dewan Pakar Pengurus Pusat KAGAMA, Anies Baswedan, mengajak para lulusan untuk memandang kehidupan setelah wisuda secara realistis sekaligus penuh harapan. Ia mengingatkan bahwa para lulusan memasuki dunia kerja pada situasi ekonomi yang tidak mudah, dengan pasar kerja yang semakin kompetitif. Namun menurutnya, generasi yang lahir pada masa sulit justru sering menjadi generasi yang paling tangguh. Ia menjelaskan bahwa tantangan bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan ruang pembelajaran yang membentuk ketahanan diri seseorang. “Generasi yang lulus di masa sulit sering kali menjadi generasi yang paling kuat karena mereka belajar bertahan, belajar membaca keadaan, dan belajar tumbuh di tengah keterbatasan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

The Infinity Graduation SMAN 11 Bandung 2026

20 Mei 2026 - 14:00 WIB

Pendidikan Karakter Pancawaluya, Siswa Harus Pulang dengan Perubahan

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

Kick Off SPMB 2026 Ciptakan SPMB yang Tertib, Bersih dan Transparan

19 Mei 2026 - 13:08 WIB

SMKN 1 Cimahi Gelar Samsung AI Competition dan Open House 2026

16 Mei 2026 - 15:00 WIB

Gelang Ajar Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Bandung Kulon

16 Mei 2026 - 13:00 WIB

Trending di Pendidikan