Menu

Mode Gelap
Stop Politisasi Dana Hibah! Rakyat Tolak Ambulans Ditempel Wajah Pejabat Pengembalian Fungsi Fasilitas Umum sebagai Program Gubernur Jabar dan Walikota Bandung di Kecamatan Bandung Kulon Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting Orang Tua Siswa Kelas 7 SMPN 4 Cimahi TA 2026/2027 Keluarga Ketua Umum LSM Tuar Bersatu Menunggu 8 Jam di Lorong RSHS Tanpa Tindakan, Minta Evaluasi Pelayan Rawat Inap Akademisi Empat Negara Bahas AI, Pendidikan, dan Masa Depan Produksi Film di Malaysia “Pencerahan Pengolahan Limbah B3 di RSHS Demi Keselamatan dan Kesehatan Kerja” LSM Tuar Bersatu Dorong Transparansi dan Kepatuhan Aturan

Pendidikan

Rektor UGM: Tiga Prodi UGM Masuk 100 Besar Dunia, Ketiganya dari Sosial Humaniora

badge-check

Rektor UGM: Tiga Prodi UGM Masuk 100 Besar Dunia, Ketiganya dari Sosial Humaniora Perbesar

SAMBAS MEDIA, YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode III Tahun 2026 di Grha Sabha Pramana pada Rabu (20/5/2026). Sebanyak 1.762 lulusan mengikuti prosesi yang terdiri atas 1.644 lulusan program sarjana dan 118 lulusan sarjana terapan, termasuk lima lulusan warga negara asing.

Pada periode ini, rerata masa studi lulusan program sarjana tercatat semakin singkat, yakni 3 tahun 11 bulan, dengan IPK rata-rata 3,6. Sebanyak 72 persen lulusan meraih predikat pujian dan tiga wisudawan mencatat IPK sempurna 4,00. Prosesi kali ini juga menghadirkan kisah-kisah perjuangan personal yang memperlihatkan wajah pendidikan tinggi yang semakin inklusif dan manusiawi.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D menekankan bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif di tengah perubahan global. Menurutnya, perkembangan teknologi dan dinamika sosial menuntut kolaborasi lintas sektor sekaligus penguatan karakter mahasiswa. UGM terus mendorong pengembangan kompetensi, jejaring kolaborasi, hingga penguatan paradigma pendidikan inklusif agar lulusan mampu menghadapi realitas sosial yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan itu, Rektor sempat menyinggung terkait wacana penghapusan program studi yang dinilai kurang relevan. Ia menilai kehadiran prodi sebetulnya menyesuiakan dengan kebutuhan, baik dari kebutuhan industri, kehidupan berrmasyarakat, keberanjutan dan pengembangan keilmuan itu sendiri. Ia menyebutkan, kampus UGM sendiri, dari 28 bidang ilmu yang masuk dalam QS WUR by subject, terdapat tiga bidang ilmu dari sosial humaniora yang masuk dalam top 100 besar dunia. Ketiga prodi tersebut adalah Theology yang masuk dalam 45 besar dunia sebagai posisi yang sangat strategis. Selain itu, bidang ilmu Anthropology dan Development Studies berhasil menempati kelompok 100 besar dunia. “Penguatan pada bidang-bidang tersebut mencerminkan kualitas keilmuan UGM yang semakin diakui secara global dan menunjukkan bahwa pengembangan akademik dilakukan secara terarah dan berkelanjutan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting Orang Tua Siswa Kelas 7 SMPN 4 Cimahi TA 2026/2027

19 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Akademisi Empat Negara Bahas AI, Pendidikan, dan Masa Depan Produksi Film di Malaysia

18 Agustus 2026 - 15:31 WIB

Angkat Isu Transformasi Bisnis Berkelanjutan, 189 Kandidat Doktor Manajemen dari Seluruh Indonesia Kumpul di UNPAR

6 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Sosialisasi Program Kerja SMP Negeri 1 Margahayu Tahun Ajaran 2026-2027

5 Agustus 2026 - 14:00 WIB

STIKOM Bandung Dorong Mahasiswa Adaptif di Era Disrupsi Digital Lewat STIKOM Expo 2026

31 Juli 2026 - 11:36 WIB

Trending di Pendidikan