Menu

Mode Gelap
Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting Orang Tua Siswa Kelas 7 SMPN 4 Cimahi TA 2026/2027 Keluarga Ketua Umum LSM Tuar Bersatu Menunggu 8 Jam di Lorong RSHS Tanpa Tindakan, Minta Evaluasi Pelayan Rawat Inap Akademisi Empat Negara Bahas AI, Pendidikan, dan Masa Depan Produksi Film di Malaysia “Pencerahan Pengolahan Limbah B3 di RSHS Demi Keselamatan dan Kesehatan Kerja” LSM Tuar Bersatu Dorong Transparansi dan Kepatuhan Aturan TANPA AKAR TANGKALNA RUBUH, MASDA: Ngajaga Seuneu Budaya Sunda di Tengah Modernisasi Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-81 Tingkat Kota Cimahi

Artikel

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

badge-check

Direktur Politeknik Praktisi Bandung,Muhammad Yusuf, S.Sos., M.M Perbesar

Direktur Politeknik Praktisi Bandung, Muhammad Yusuf, S.Sos., M.M

Oleh: Direktur Politeknik Praktisi Bandung
Muhammad Yusuf, S.Sos., M.M

SAMBAS MEDIA, – Persib sebagai Identitas Historis Bandung: Jangan Samakan Persib dengan Event Lari, Persib Bukan Dibangun oleh Tren, Tapi oleh Sejarah dan Warisan Budaya

Perdebatan mengenai konvoi bobotoh Persib Bandung dan event lari di Kota Bandung belakangan ini memperlihatkan adanya benturan antara identitas budaya lokal dengan kultur urban kontemporer.

Sebagian kalangan mempertanyakan mengapa masyarakat Bandung cenderung permisif terhadap konvoi Persib yang menimbulkan kemacetan, sementara event lari justru sering dipandang mengganggu aktivitas publik.

Namun dalam perspektif sosiologi budaya, fenomena tersebut tidak dapat dibaca secara administratif semata.

Kota bukan hanya ruang fisik, melainkan ruang simbolik yang dipenuhi memori kolektif, identitas sosial, dan relasi emosional masyarakat terhadap simbol tertentu.

Dalam konteks Bandung, Persib tidak dapat diposisikan hanya sebagai klub sepak bola. Persib merupakan representasi identitas historis masyarakat Bandung dan Jawa Barat yang telah mengakar sejak era kolonial. Berdiri pada tahun 1933, Persib bahkan lahir sebelum Republik Indonesia berdiri. Artinya, klub ini tumbuh bersamaan dengan perkembangan identitas sosial masyarakat urban Bandung modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TANPA AKAR TANGKALNA RUBUH, MASDA: Ngajaga Seuneu Budaya Sunda di Tengah Modernisasi

17 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Trending di Artikel