Menu

Mode Gelap
Dipimpin Sosok Muda Kelahiran 90-an, Dua Kampus Bandung dan Palembang Jalin Kerja Sama Tridharma FKSS SMA Jabar Minta Kejelasan Mekanisme Bantuan bagi Sekolah Swasta Kerja Sama Aktivis Kampung Dodi Permana Kembali Dipanggil Polda Jabar, Siap Penuhi Proses Hukum bank bjb Perkuat Literasi Keuangan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas bersama OJK Jawa Barat Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung Launching Car Free Day Cimahi, Upaya Membangun Kualitas Hidup Masyarakat

Artikel

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

badge-check

Direktur Politeknik Praktisi Bandung,Muhammad Yusuf, S.Sos., M.M Perbesar

Direktur Politeknik Praktisi Bandung, Muhammad Yusuf, S.Sos., M.M

Oleh: Direktur Politeknik Praktisi Bandung
Muhammad Yusuf, S.Sos., M.M

SAMBAS MEDIA, – Persib sebagai Identitas Historis Bandung: Jangan Samakan Persib dengan Event Lari, Persib Bukan Dibangun oleh Tren, Tapi oleh Sejarah dan Warisan Budaya

Perdebatan mengenai konvoi bobotoh Persib Bandung dan event lari di Kota Bandung belakangan ini memperlihatkan adanya benturan antara identitas budaya lokal dengan kultur urban kontemporer.

Sebagian kalangan mempertanyakan mengapa masyarakat Bandung cenderung permisif terhadap konvoi Persib yang menimbulkan kemacetan, sementara event lari justru sering dipandang mengganggu aktivitas publik.

Namun dalam perspektif sosiologi budaya, fenomena tersebut tidak dapat dibaca secara administratif semata.

Kota bukan hanya ruang fisik, melainkan ruang simbolik yang dipenuhi memori kolektif, identitas sosial, dan relasi emosional masyarakat terhadap simbol tertentu.

Dalam konteks Bandung, Persib tidak dapat diposisikan hanya sebagai klub sepak bola. Persib merupakan representasi identitas historis masyarakat Bandung dan Jawa Barat yang telah mengakar sejak era kolonial. Berdiri pada tahun 1933, Persib bahkan lahir sebelum Republik Indonesia berdiri. Artinya, klub ini tumbuh bersamaan dengan perkembangan identitas sosial masyarakat urban Bandung modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Ti Jepara ka Mancanagara

21 April 2026 - 09:48 WIB

Trending di Artikel