Menu

Mode Gelap
Disdikbud Kabupaten Subang Laksanakan Uji Kompetensi Guru, Kasubag Umpeg Turut Awasi Pelaksanaan di SMPN 4 Subang Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop-Up Kitchen, Nikmati Signature 8-Course Omakase Program Pengabdian Masyarakat Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Bandung Kembangkan Instrumen Evaluasi Pengetahuan CPPB-IRT Sosialisasi Hasil Kajian Rebranding RSUD CIBABAT menjadi RSUD Wijaya Mulya Bandung Max Independent Rayakan Satu Dekade, Perkuat Solidaritas Bikers Lewat Max Mania 2026 Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN

Artikel

Top 10 Rektor Indonesia: Rektor 31 Tahun Asal Bandung Puncaki Hasil Riset AD Scientific Index 2025

Perbesar

4. Harun Joko Prayitno – Universitas Muhammadiyah Surakarta (H-Index: 32)
Di jagat pendidikan, Harun Joko Prayitno dikenal sebagai perajin gagasan. Ia menulis tentang bagaimana manusia belajar, bagaimana guru mengajar, dan bagaimana sekolah berubah. Setiap peneliti pendidikan pasti pernah bersinggungan dengan karyanya.

5. Widodo – Universitas Brawijaya (H-Index: 30)
Tak banyak yang memahami bagaimana sel bekerja atau bagaimana molekul berinteraksi. Namun Widodo bukan hanya memahaminya—ia menjelaskannya pada dunia melalui riset. Karya-karyanya jadi batu loncatan bagi ilmuwan biomedis generasi berikutnya.

6. Arif Satria – Institut Pertanian Bogor (H-Index: 29)
Jika ingin tahu arah masa depan pangan Indonesia, lihat apa yang ditulis Arif Satria. Pemikirannya tentang desa, agrikultur, dan ketahanan pangan sering kali menjadi rujukan pembuat kebijakan. Di balik angka H-Index-nya, ada komitmen untuk membangun negeri dari akar rumput.

7. Heri Hermansyah – Universitas Indonesia (H-Index: 28)
Sebagian orang menyebutnya “ilmuwan industri”. Heri Hermansyah menggabungkan laboratorium, teknologi, dan problem industri menjadi karya ilmiah berdampak besar. Banyak inovasi lahir dari tangan dan pemikirannya.

8. Azhar Affandi – Universitas Pasundan (H-Index: 27)
Dari Bandung, Azhar Affandi menjadi salah satu akademisi ekonomi yang banyak disitasi. Ia bicara tentang kebijakan daerah, manajemen, dan strategi pembangunan. Setiap publikasinya terasa seperti peta jalan bagi mereka yang ingin membangun wilayah secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Trending di Artikel
Exit mobile version