“Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu pilar utama terwujudnya agenda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat adalah tersedianya sumber daya aparatur yang bermental positif dan profesional dalam menjalankan tugas pengabdiannya. Bermental positif dalam arti memiliki sikap dan moral yang baik, sedangkan profesional memiliki makna yang cukup luas, yaitu memiliki kompetensi yang memadai dalam menjalankan tupoksi, bekerja secara efektif dan efisien, kreatif, mempunyai etos kerja yang tinggi, serta senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah strategis dan komitmen nyata dalam mewujudkan manajemen ASN berbasis sistem merit. Ia menekankan pentingnya proses ini sebagai bagian dari pengelolaan SDM aparatur yang adil dan transparan.
Wali Kota juga menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia (SDM) harus didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja tanpa diskriminasi. Melalui uji potensi dan kompetensi ini, pemerintah dapat memperoleh data objektif terkait kemampuan dan karakteristik setiap ASN.

Menurut Ngatiyana, hasil dari kegiatan ini akan menjadi data primer dalam membangun manajemen talenta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi. Ia juga mengajak seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan.
“Saya berharap Bapak/Ibu dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan sepenuh hati, fokus, dan jujur. Ini adalah kesempatan emas untuk merefleksikan diri, mengetahui kekuatan, dan mengidentifikasi area pengembangan yang perlu ditingkatkan,” katanya.

























