Menu

Mode Gelap
Mahasiswa INU Ciamis Desak Penelusuran Dugaan Intimidasi dan Kebocoran Informasi Aksi Demonstrasi STIKOM Bandung Dorong Mahasiswa Adaptif di Era Disrupsi Digital Lewat STIKOM Expo 2026 Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi Gelar Konferensi Pers Terkait Rebranding RSUD Cibabat GAUL 2026 Hadirkan Kolaborasi Ekonomi Kreatif, Film Ra.ha.yu Jadi Simbol Sinergi Lintas Sektor IRPRO 2026 Sukses Digelar di Bandung, Satukan Peneliti Muda dari 12 Negara dalam Ajang Inovasi Global Disdikbud Kabupaten Subang Laksanakan Uji Kompetensi Guru, Kasubag Umpeg Turut Awasi Pelaksanaan di SMPN 4 Subang

Artikel

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur; Siapa yang Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

Perbesar

Karena itulah para penganut neolib selalu menyerang kebijakan-kebijakan ini. Mereka mengarang narasi bahwa hilirisasi salah arah, bahwa DHE “mengganggu mekanisme pasar”, bahwa ketergantungan modal asing itu “normal”.

Tidak. Itu bukan analisis; itu pembelaan terakhir untuk ideologi yang tidak lagi memiliki pijakan moral maupun empiris. Kalimat yang harus kita sampaikan keras dan tanpa ragu:

“Rupiah hanya akan kuat jika negara berani mengambil kembali kontrol atas produksi, energi, pangan, dan pembiayaan nasional. Jalan itu sudah mulai diletakkan oleh program-program strategis pemerintah Prabowo Subianto. Yang harus kita kubur sekarang adalah residu neoliberalisme yang terus menjerumuskan bangsa ini pada ketergantungan.”

Dengan kata lain, kedaulatan bukan slogan — ia adalah implementasi konkret, dan pemerintah telah memulainya. Tugas kita adalah mempercepatnya, menajamkannya, dan memastikan bahwa Indonesia tidak lagi berlutut di hadapan arsitektur ekonomi global yang dibangun untuk melemahkan negara berkembang.

Juanda, 20 Januari 2026
Bin

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Trending di Artikel
Exit mobile version