Menu

Mode Gelap
Mahasiswa INU Ciamis Desak Penelusuran Dugaan Intimidasi dan Kebocoran Informasi Aksi Demonstrasi STIKOM Bandung Dorong Mahasiswa Adaptif di Era Disrupsi Digital Lewat STIKOM Expo 2026 Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi Gelar Konferensi Pers Terkait Rebranding RSUD Cibabat GAUL 2026 Hadirkan Kolaborasi Ekonomi Kreatif, Film Ra.ha.yu Jadi Simbol Sinergi Lintas Sektor IRPRO 2026 Sukses Digelar di Bandung, Satukan Peneliti Muda dari 12 Negara dalam Ajang Inovasi Global Disdikbud Kabupaten Subang Laksanakan Uji Kompetensi Guru, Kasubag Umpeg Turut Awasi Pelaksanaan di SMPN 4 Subang

Artikel

Dolar Naik, Rupiah Tersungkur; Siapa yang Sebenarnya Mengkhianati Ekonomi Nasional?

Perbesar

SAMBAS MEDIA – Rupiah melemah karena struktur ekonomi kita selama puluhan tahun dibiarkan tunduk pada resep neolib—mengutamakan pasar, mengabaikan kapasitas produksi domestik, dan menggantungkan stabilitas pada kemurahan hati modal asing. Itulah warisan yang membuat nilai tukar kita selalu menjadi korban pertama setiap kali geopolitik global bergejolak.

Namun berbeda dengan pendekatan lama itu, pemerintahan hari ini sebenarnya telah mulai membangun arsitektur tandingan: program-program strategis yang perlahan, tetapi tegas, memulihkan kembali kedaulatan ekonomi.

Inilah hal yang tidak pernah mau diakui para penganut neolib, karena setiap keberhasilan program ini adalah pengubur langsung atas dogma yang mereka sebarkan hampir tiga dekade.

Pertama: DHE (Devisa Hasil Ekspor) yang diwajibkan masuk ke sistem keuangan domestik.

Program ini adalah serangan frontal terhadap ketergantungan dolar. Selama puluhan tahun, devisa kita parkir di luar negeri sementara industri dalam negeri kekurangan likuiditas USD. DHE memaksa modal kembali ke tanah air, memperkuat cadangan devisa, menambah suplai dolar onshore, dan menurunkan volatilitas rupiah. Neolib sangat terganggu dengan kebijakan ini karena mengurangi ruang mereka bermain spekulasi valas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Trending di Artikel
Exit mobile version