Selain perubahan rekayasa lalu lintas, personel pengaturan lalu lintas juga ditambah. Petugas dari Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri ditempatkan di sejumlah titik untuk membantu mengatur lalu lintas kendaraan.
Pemerintah Kota Cimahi juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak pelaksana pembangunan Underpass Gatot Subroto. Salah satu langkah yang tengah didorong adalah menjaga agar ruas jalan yang masih memungkinkan untuk dilalui kendaraan tetap dapat digunakan selama belum memasuki tahap pembongkaran jalan secara masif.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan atau bottleneck sebelum tahapan pekerjaan berikutnya dilaksanakan.
Di sisi lain, percepatan perbaikan Jembatan Raden Demang Harjakusumah juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Cimahi. Pekerjaan tersebut menggunakan metode hydraulic static dynamic pile yang diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan.
“Kalau bisa, yang sebelumnya ditargetkan 90 hari, kita dorong agar satu bulan jembatan Pemkot sudah bisa dilalui kembali. Apabila secara teknis dan keselamatan sudah memungkinkan untuk dibuka, diupayakan agar kendaraan dapat kembali melintas,” kata Adhitia.
Dengan demikian, Pemerintah Kota Cimahi berupaya mengatur tahapan pekerjaan agar tidak seluruh ruas jalan terdampak ditutup secara bersamaan. Ruas Jalan Gatot Subroto diupayakan tetap dapat dilalui, meskipun dengan keterbatasan lajur, sampai kondisi pembangunan mengharuskan adanya penutupan penuh.































