Ia menyebutkan masih ada oknum wartawan yang menyalahgunakan fungsi dan tugasnya. “Tolong ingatkan. Ada kepala desa curhat ke saya, karena ada oknum wartawan yang mengganggu. Kasihan,” kata Kang DS.
Bupati menyebutkan disaat ada pencairan BOS (Bantuan Operasional Sekolah), oknum wartawan itu mondar mandir ke sekolah.
“Kepala sekolah pun jadi takut oknum wartawan. Jadinya, tak fokus mengajarnya,” tugasnya.
Kang DS berharap melalui HPN 2025 ini, insan pers bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Meski masing-masing orang ada kesalahannya dan tidak merasa orang yang paling benar atau paling suci.
“Wartawan juga manusia. Tentunya ada kekurangan dan kelebihannya. Sahabat-sahabat PWI lebih dewasa, mana yang benar dan salah,” ujarnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini mengungkapkan bahwa HPS ini bukan hanya PWI saja, tapi seluruh insan pers. Di usia 79 tahun menyadari tugas dan fungsinya sebagai insan pers,” tuturnya.
Ia berharap jadikan pers corong media demi kemajuan bangsa dan negara.
“Itu yang saya harapkan. Pers harus memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
