SAMBAS MEDIA, CIMAHI – Pesantren Ekologi 2026 menjadi ruang refleksi sekaligus aksi nyata dalam menanamkan nilai-nilai Pancawaluya sebagai fondasi membentuk insan yang waluya, sehat lahir dan batin, kuat karakter, serta membawa kebermanfaatan bagi semesta.
Seperti yang disampaikan kepala SMK TI Pembangunan Cimahi Febry Kristianggoro Yugo, S.St., M.Pd., Gr, bahwa melalui internalisasi nilai Gapura Panca Waluya, peserta diajak untuk tidak hanya memahami makna kepemimpinan dan akhlak mulia, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis sebagai bagian dari tanggung jawab keimanan. Menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan bentuk ibadah dan komitmen moral sebagai khalifah di bumi.
Kesadaran untuk mengurangi sampah, merawat alam, menjaga kebersihan, serta membangun budaya peduli lingkungan adalah langkah konkret menuju terwujudnya manusia rahmatan lil ‘alamin, pribadi yang kehadirannya memberi dampak nyata, membawa kebaikan, dan menjaga keseimbangan alam, ujar Febry Kristianggoro. Cimahi, 28 Februari 2028.
Pesantren Ekologi 2026 bukan hanya tentang teori, tetapi tentang komitmen bersama untuk bergerak, bertindak, dan memberi kontribusi nyata bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
Bersama menjadi generasi Panca Waluya yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan karakter, tetapi juga menjadi penjaga bumi yang bertanggung jawab.*
(Red)
