Yang kita cermati setelah Prabowo di lantik, dia gaspol membuat pertemuan bersama Putin dan Xi Jinping, dan sekarang tidak tanggung-tanggung dia masuk BoP nya Trump. Selain tekadnya untuk membantu perdamaian di Palestina, dengan Two State Solution, ada posisi strategis bagi Indonesia, sehingga Trump tidak mengkalkulasi Indonesia sebagai ancaman. Inilah langkah progresif Prabowo, yang membuat tafsir politik “bebas aktif lebih moderat”, tidak konserfatif, ortodoks dan jumud.
Sama halnya dengan Turki, Arab Saudi dan Pakistan, negara-negara Islam terbesar di dunia, yang berpaham moderat. Selama judulnya Perdamaian, apa salahnya ? Dan sama sekali bukan mendukung kebiadaban Israel terhadap Palestina, justeru disinilah Indonesia tetap bisa berperan bersama negara-negara Islam moderat lainnya, dalam memperjuangan perdamaian dalam format baru arus diplomasi style Trump-AS. Dan bandel “strategisnya” Prabowo di BoP pun terlihat, tanpa bayar iuran 17 T, dengan berbagai dalih kompensasi, yang pastinya menguntungkan Indonesia.
Demikianlah langkah-langkah Progresif Prabowo, ibarat Jenderal Kancil, yang membuat mingkem Buaya, Singa dan Harimau, ketiganya penguasa Rimba Belantara. Pikiran Jenderal Kancil, asal ketiganya bisa di buat Mingkem, beres urusan. Kita do’akan semua langkah yang sedang di upayakan Presiden Prabowo, mendapatkan kebaikan bagi Indonesia. Aamiin YRA.*
(Red)
























