“Kebudayaan adalah jati diri. Para pelaku budaya telah menunjukkan teladan melalui karya, dedikasi, dan semangat untuk terus menghidupkan warisan leluhur. Malam apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi mereka dalam memperkaya ekosistem kebudayaan Cimahi,” ujarnya.
Ngatiyana menambahkan, komitmen pemerintah dalam memajukan kebudayaan akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Ia mendorong para seniman untuk semakin aktif hadir di ruang publik, memperluas jejaring, serta memproduksi karya yang mampu menginspirasi generasi muda. Menurutnya, kreativitas dan inovasi yang tumbuh dari komunitas seni memiliki efek ganda bagi kota, baik dari sisi perkembangan ekonomi kreatif maupun daya tarik pariwisata.
Wali Kota berharap agar momentum ini menjadi landasan baru bagi perkembangan seni budaya kota. “Merawat kebudayaan berarti merawat harmoni. Kita punya tanggung jawab bersama menjaga kekayaan ini agar tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Dani Bastiani, menegaskan bahwa ajang ini dirancang tidak hanya untuk memberi penghargaan, tetapi juga untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pemajuan kebudayaan. Apresiasi menjadi sarana internalisasi nilai budaya sekaligus motivasi bagi pelaku budaya untuk terus produktif dan adaptif.
