“ Gimana kalau Kang Duyeh sekaligus kita jadikan sebagai maskot SMAN 4 aja?” usul Kepsek.
Tujuan Kontingen SMANOP dalam SP XII ini bukan semata-mata menjadi juara tetapi juga menciptakan momen kebahagiaan bersama dan mempererat hubungan silaturahmi terutama antaralumni sealmamater. Itulah alasannya “Markas Kang Duyeh” yang terdiri dari 5 tenda sarnavil itu dibuat. Diperkirakan lebih dari 200 alumni SMAN 4 Bandung mulai dari panitia, atlet cabor, pengisi kesenian, hingga pendukung atau bobotoh, mulai dari alumni angkatan termuda tahun 2000-an hingga tertua angkatan 1960-an tumplek di situ.

Meminjam jargon ” Kadarieu! Kadarieu!”, milik seorang pengusaha kuliner, ajakan itu pun digunakan panitia Kontingen SMANOP dan ditujukan kepada alumni SMANOP yang datang ke tempat itu. Dengan ajakan tersebut, para alumni yang mengenakan kaos biru berlogokan maskot Kang Duyeh dan tahun angkatan serta di belakangnya tertera tulisan jargon “Smanop’eun” itu, berhasil diarahkan untuk berkumpul dalam satu tempat yakni Markas Kang Duyeh.
“Markas Kang Duyeh menjadi pusat kebersamaan dan semangat bagi para alumni SMANOP,” ujar Danny S. Hidayat alumni SMANOP angkatan 1987.




















DFir





