Mereka berkumpul dan duduk di kursi yang disediakan dalam tenda atau pun di luar sekitar tenda, bercengkrama sambil bernostalgia mengenang kembali kebersamaan seangkatan waktu di SMA dulu. Mereka tak lupa juga saling memperkenalkan diri dengan angkatan lain yg berbeda sambil menikmati jamuan yang disiapkan panitia “Laskar Konsumsi”, mulai dari nasi uduk, kukuluban, dan berbagai jenis kue. Suasana hangat dan kekeluargaan sebagai satu almamater pun sangat terasa. Sepertinya mereka pun betah berlama-lama berada di Markas Duyeh.
“Pokona mah wareg nostalgia, wareg seuri, sareng wareg ku tuangen. Hatur nuhun panitia PASMANOP.” (Pokoknya kenyang bernostalgia, kenyang tertawa, dan kenyang makanan. Terima kasih Panitia PASMANOP). Demikian kesan salah satu alumni SMANOP angkatan 1968.
Walaupun bukan sebagai Panitia Penyelenggara, hanya sebagai kontingen peserta, kehadiran ” Markas Kang Duyeh” yang secara khusus dibuat oleh Tim Onay dari Kontingen SMANOP ini memang cukup menyita perhatian. Mengingat kontingen SMA lainnya hanya mengandalkan tenda yang disediakan panitia pelaksana. Tak heran jika ada alumni SMAN lain mengira bahwa 5 tenda sarnavil putih itu disediakan panitia untuk keenam SMAN peserta.
” Lho ko cuma 5, tenda untuk SMAN 6 mana?” Tanya seorang alumni SMAN 6 sambil celingukan mencari tenda kontingennya.



















DFir





