“Shalat mengajarkan kebersamaan, ketertiban, dan kepedulian. Nilai-nilai inilah yang harus kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan,” ujar Wali Kota Cimahi.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Kota Cimahi yang rukun, toleran, dan berdaya saing.
Lebih lanjut disampaikan, pembangunan fisik yang dijalankan pemerintah daerah harus diiringi dengan penguatan spiritual dan akhlak. Dengan keseimbangan tersebut, Kota Cimahi diyakini mampu tumbuh sebagai kota yang mantap, sejahtera, dan nyaman bagi seluruh warganya. Peringatan Isra Mi’raj, kata dia, menjadi momentum muhasabah dan introspeksi diri untuk menilai kembali kualitas ibadah, kepedulian sosial, serta tanggung jawab masing-masing individu sebagai warga dan aparatur.
Ngatiyana juga menyinggung kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan, disertai doa sebagai ikhtiar spiritual agar Kota Cimahi senantiasa dilindungi dari berbagai potensi bencana.
Melalui peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap nilai-nilai religius dapat semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat, menjadi landasan moral dalam setiap langkah pembangunan, serta mengantarkan Cimahi menuju kota yang maju pembangunannya, religius masyarakatnya, tertib tata kelolanya, aman lingkungannya, dan produktif warganya.*
(Red/Bidang IKPS)
