Menu

Mode Gelap
Kejati Jabar Gelar Kegiatan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Padalarang Kolaborasi CSA Indonesia, Q-SYS, dan Shure Hadirkan Pusat Teknologi Terintegrasi Jaksa Sahabat Guru Ciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman, Anti Bullying serta Anti Kekerasan Gentra Lestari Budaya hadir di Paguyuban BANDUNGARIUNG Membawa UMKM Lokal ke Global Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji Road to YKABF 2026 Digelar, Picu Antusiasme Menuju Perhelatan Utama

Pendidikan

Perkuat Pembelajaran Mendalam dan Kolaborasi Industri serta Universitas untuk Mencetak Lulusan SMK Berdaya Saing

Perbesar

Beliau juga menegaskan bahwa pembelajaran KIK harus lebih berorientasi pada praktik dan proyek nyata, bukan hanya teori, serta dapat diperkuat melalui penerapan Teaching Factory (TEFA). Guru dituntut untuk terus kreatif dan inovatif sehingga mampu menularkan semangat tersebut kepada siswa dan melahirkan lulusan yang siap berkarya maupun berwirausaha.

Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang perlu dihadapi, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia yang harus terus ditingkatkan kompetensinya, pentingnya kolaborasi dengan para founder wirausaha, hingga persaingan bisnis yang semakin ketat. Oleh karena itu, siswa perlu dibekali strategi, keberanian mengambil risiko, serta pola pikir inovatif agar mampu bertahan dan berkembang di dunia kewirausahaan.

Materi kedua disampaikan oleh Zulfikar Reza Fauzi S.E.,M.M, Project Manager Chlorine Digital Media, yang menyoroti pentingnya kolaborasi industri dalam penerapan mikrokredensial. Ia menjelaskan bahwa mikrokredensial merupakan kompetensi-kompetensi spesifik dalam skema Kewirausahaan Digital yang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja, sehingga sangat relevan untuk diperkenalkan sejak siswa masih berada di bangku sekolah.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya memahami konsep, tetapi juga mengaplikasikannya. Hal ini membutuhkan kerja sama erat antara guru KIK dan guru produktif. Guru KIK diharapkan dapat berperan sebagai penggerak utama dalam pemasaran produk Teaching Factory, sehingga kolaborasi tidak hanya terjadi antara sekolah dan industri, tetapi juga antar guru serta perguruan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejati Jabar Gelar Kegiatan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Padalarang

17 April 2026 - 10:00 WIB

Jaksa Sahabat Guru Ciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman, Anti Bullying serta Anti Kekerasan

16 April 2026 - 15:00 WIB

Interview PT SCHNEIDER Indonesia Jurusan Teknik Otomasi Industri SMKN 1 Japara

14 April 2026 - 13:59 WIB

Jaksa Masuk Sekolah di SMKN 1 Cimahi “Kenali Hukum, Hindari Hukuman”

14 April 2026 - 13:00 WIB

Prestasi Membanggakan TK Al Fitroh di Ajang Smart Parahyangan Marching Arts Competition

13 April 2026 - 13:00 WIB

Trending di Pendidikan
Exit mobile version