SAMBAS MEDIA – Peta kekuatan akademik perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah dirilisnya pemeringkatan AD Scientific Index yang menampilkan daftar rektor dengan H-index tertinggi. Indikator ini menjadi salah satu ukuran penting untuk melihat produktivitas dan dampak ilmiah seorang akademisi berdasarkan publikasi dan sitasi karya ilmiah dalam basis data internasional.
Dalam daftar Top 10 Rektor Perguruan Tinggi Swasta dengan H-index Tertinggi di Indonesia versi AD Scientific Index, sejumlah nama akademisi terkemuka muncul dengan capaian yang kuat di bidang riset dan publikasi ilmiah. Menariknya, 50 persen dari daftar tersebut diisi oleh pengurus APTISI Jawa Barat, menandakan kuatnya kontribusi kepemimpinan akademik dari wilayah tersebut dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional.
Posisi peringkat pertama ditempati oleh Muhammad Yusuf, Direktur Politeknik Praktisi Bandung, dengan H-index 56. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara rektor PTS lainnya dalam daftar ini, mencerminkan produktivitas riset yang konsisten serta dampak ilmiah yang luas di komunitas akademik.
Di posisi kedua terdapat Yuda Turana dari Universitas Katolik Atma Jaya dengan H-index 39, disusul oleh Achmad Nurmandi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan H-index 37. Kedua akademisi ini dikenal aktif dalam penelitian serta publikasi ilmiah yang berkontribusi pada penguatan reputasi akademik institusinya.
