Menu

Mode Gelap
Stop Politisasi Dana Hibah! Rakyat Tolak Ambulans Ditempel Wajah Pejabat Pengembalian Fungsi Fasilitas Umum sebagai Program Gubernur Jabar dan Walikota Bandung di Kecamatan Bandung Kulon Sosialisasi Program Sekolah dan Parenting Orang Tua Siswa Kelas 7 SMPN 4 Cimahi TA 2026/2027 Keluarga Ketua Umum LSM Tuar Bersatu Menunggu 8 Jam di Lorong RSHS Tanpa Tindakan, Minta Evaluasi Pelayan Rawat Inap Akademisi Empat Negara Bahas AI, Pendidikan, dan Masa Depan Produksi Film di Malaysia “Pencerahan Pengolahan Limbah B3 di RSHS Demi Keselamatan dan Kesehatan Kerja” LSM Tuar Bersatu Dorong Transparansi dan Kepatuhan Aturan

Artikel

Top 10 Rektor PTS dengan H-Index Tertinggi di Indonesia, 50% Dikuasai Pengurus APTISI Jabar

Perbesar

SAMBAS MEDIA – Peta kekuatan akademik perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah dirilisnya pemeringkatan AD Scientific Index yang menampilkan daftar rektor dengan H-index tertinggi. Indikator ini menjadi salah satu ukuran penting untuk melihat produktivitas dan dampak ilmiah seorang akademisi berdasarkan publikasi dan sitasi karya ilmiah dalam basis data internasional.

Dalam daftar Top 10 Rektor Perguruan Tinggi Swasta dengan H-index Tertinggi di Indonesia versi AD Scientific Index, sejumlah nama akademisi terkemuka muncul dengan capaian yang kuat di bidang riset dan publikasi ilmiah. Menariknya, 50 persen dari daftar tersebut diisi oleh pengurus APTISI Jawa Barat, menandakan kuatnya kontribusi kepemimpinan akademik dari wilayah tersebut dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional.

Posisi peringkat pertama ditempati oleh Muhammad Yusuf, Direktur Politeknik Praktisi Bandung, dengan H-index 56. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara rektor PTS lainnya dalam daftar ini, mencerminkan produktivitas riset yang konsisten serta dampak ilmiah yang luas di komunitas akademik.

Di posisi kedua terdapat Yuda Turana dari Universitas Katolik Atma Jaya dengan H-index 39, disusul oleh Achmad Nurmandi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan H-index 37. Kedua akademisi ini dikenal aktif dalam penelitian serta publikasi ilmiah yang berkontribusi pada penguatan reputasi akademik institusinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Stop Politisasi Dana Hibah! Rakyat Tolak Ambulans Ditempel Wajah Pejabat

21 Agustus 2026 - 16:00 WIB

TANPA AKAR TANGKALNA RUBUH, MASDA: Ngajaga Seuneu Budaya Sunda di Tengah Modernisasi

17 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

Trending di Artikel
Exit mobile version