Pada peringkat ketiga, Sentot Imam Wahjono dari Universitas Muhammadiyah Surakartamencatat H-index 73. Perannya dalam peningkatan literasi riset dan penelitian terapan di bidang manajemen menjadikannya salah satu tokoh penting dalam atmosfer akademik nasional.
Deretan Akademisi Berpengaruh dengan Kinerja Riset Konsisten
Peringkat keempat diraih oleh Mochamad Soelton dari Universitas Mercu Buana dengan H-index 62, disusul Singgih Santoso dari Universitas Kristen Duta Wacana yang juga mencapai H-index 62. Keduanya dikenal sebagai peneliti yang fokus pada riset organisasi dan pengembangan bisnis berbasis data.
Di posisi keenam, Zainal Arifin dari STIE Banjarbaru mencatat H-index 60, memperlihatkan kiprahnya sebagai akademisi yang konsisten dalam menghasilkan publikasi ilmiah, khususnya pada bidang manajemen pendidikan dan kewirausahaan.
Sementara itu, pada peringkat ketujuh, Muhammad Yusuf dari Politeknik Praktisi Bandung meraih H-index 57. Selain dikenal sebagai akademisi muda, Yusuf juga aktif dalam mengembangkan kajian manajemen modern, smart marketing, serta integrasi teknologi berbasis AI dan Big Data untuk strategi bisnis.

























