Menu

Mode Gelap
Surat Edaran KPK dalam Pencegahan Korupsi dan Pungli di SPMB 150 Siswa SMA Jabar Pulang Bawa Karakter Baru BGN Libatkan Sekolah dan Pemda Perkuat Validasi Data Penerima Makan Bergizi Gratis Eat Grill.id Hadir di Bandung, Tawarkan Konsep AYCE dengan Pelayanan Setara dan Makan Sepuasnya YELLO Hotel Paskal Bandung Perkenalkan Paket Wedding, Ulang Tahun, dan Table Manner dengan Konsep Kekinian Sosialisasi SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Wilayah 4 Disdik Kabupaten Bandung

Artikel

Putu PW Winata “Melukis Suara Alam Pagi Jatiluwih”

badge-check

Putu PW Winata “Melukis Suara Alam Pagi Jatiluwih” Perbesar

SAMBAS MEDIA – “Putu PW Winata tidak melukis alam, ia melukis perasaan-perasaan tentang alam,” demikian dikutip dari kurator Arif Bagus Prasetyo.

Sebagai pelukis abstrak yang karyanya kerap bertema tentang alam, dalam dua tahun terakhir Putu PW Winata — pelukis kelahiran Denpasar, Bali tamatan ISI Yogyakarta — secara khusus menyelami Desa Jatiluwih, Tabanan melalui studi yang intens. Ia berdiskusi dengan Perbekel, Jro Pekaseh/Kelian Subak—pemimpin sistem pengairan warisan leluhur yang telah berlangsung turun-temurun—serta berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

Putu PW Winata

Dari proses tersebut, ia menemukan banyak hal: mulai dari empat belas prosesi ritual sakral di setiap kurun masa tanam, hingga polemik seputar status UNESCO World Heritage yang—mau tidak mau—kini berhadapan dengan derasnya tuntutan perkembangan jaman.

Semua hasil studi, pengamatan, dan perasaan yang dialami selama dua tahun terakhir ini, ia tumpahkan dengan segala kejujuran selayaknya seorang seniman. Tak kurang dari 72 karya (di kanvas) dan 48 karya (di kertas-daur-ulang) telah dipamerkan, baik dalam pameran kelompok maupun tunggal. Dari Bali, Yogyakarta, Jakarta, Thailand, hingga New York.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Ti Jepara ka Mancanagara

21 April 2026 - 09:48 WIB

Trending di Artikel