Menu

Mode Gelap
Panen Raya Serentak, Polresta Bandung Perkuat Ketahanan Pangan dan Resmikan Program Gizi Polri Kajati Jabar hadiri Kirab Tatar Sunda “Mahkota Ajeg Ki Sunda” Wujud Pelestarian Budaya Sunda Sunda Jaya di Nusantara, Jaya di Buana! SMKN 1 Cimahi Gelar Samsung AI Competition dan Open House 2026 Gelang Ajar Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Bandung Kulon Pelayanan Administrasi Kependudukan Kota Cimahi Pada Libur Nasional dan Cuti Bersama Kenaikan Isa Almasih 2026

Artikel

Putu PW Winata “Melukis Suara Alam Pagi Jatiluwih”

badge-check

Putu PW Winata “Melukis Suara Alam Pagi Jatiluwih” Perbesar

SAMBAS MEDIA – “Putu PW Winata tidak melukis alam, ia melukis perasaan-perasaan tentang alam,” demikian dikutip dari kurator Arif Bagus Prasetyo.

Sebagai pelukis abstrak yang karyanya kerap bertema tentang alam, dalam dua tahun terakhir Putu PW Winata — pelukis kelahiran Denpasar, Bali tamatan ISI Yogyakarta — secara khusus menyelami Desa Jatiluwih, Tabanan melalui studi yang intens. Ia berdiskusi dengan Perbekel, Jro Pekaseh/Kelian Subak—pemimpin sistem pengairan warisan leluhur yang telah berlangsung turun-temurun—serta berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

Putu PW Winata

Dari proses tersebut, ia menemukan banyak hal: mulai dari empat belas prosesi ritual sakral di setiap kurun masa tanam, hingga polemik seputar status UNESCO World Heritage yang—mau tidak mau—kini berhadapan dengan derasnya tuntutan perkembangan jaman.

Semua hasil studi, pengamatan, dan perasaan yang dialami selama dua tahun terakhir ini, ia tumpahkan dengan segala kejujuran selayaknya seorang seniman. Tak kurang dari 72 karya (di kanvas) dan 48 karya (di kertas-daur-ulang) telah dipamerkan, baik dalam pameran kelompok maupun tunggal. Dari Bali, Yogyakarta, Jakarta, Thailand, hingga New York.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Ti Jepara ka Mancanagara

21 April 2026 - 09:48 WIB

Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji

16 April 2026 - 09:00 WIB

Senior, Mentor dan Guru

4 April 2026 - 13:00 WIB

Trending di Artikel