Menu

Mode Gelap
Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN MPLS Pancawaluya SMK Wiraswasta Cimahi Tahun Ajaran 2026/2027 PAKAR PBB sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa SMPN 7 Cimahi Pelepasan Mahasiswa Peserta Program PROBIDIK Gema Jawa Barat dan Penanggulangan MoU SMK bersama Dunia Industri Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026-2027 Kota Cimahi Festival Asia Afrika 2026 Meriah, Karnaval Budaya Satukan Semangat Persahabatan Antarbangsa

Artikel

Perjuangan Ayatullah Rohullah Khomaeni: Sebuah Refleksi Islam

badge-check

Akhmad Sobarna, Guru Besar Pendidikan Olahraga, STKIP Pasundan. Perbesar

Akhmad Sobarna, Guru Besar Pendidikan Olahraga, STKIP Pasundan.

Oleh: Akhmad Sobarna
Guru Besar Pendidikan Olahraga, STKIP Pasundan

SAMBAS MEDIA – Ayatullah Rohullah Khomenei, Pemimpin Tertinggi Negara Iran, telah memimpin perjuangan melawan Israel dan Amerika dengan menggunakan teknologi canggih untuk melawan ketidakadilan. Perjuangan ini merupakan upaya untuk mempertahankan keadilan dan kebenaran, serta melawan penindasan. Dalam konteks ini, Ayatullah Khomenei telah menunjukkan keberanian dan keteguhan dalam menghadapi musuh-musuh Islam, sehingga menjadi inspirasi bagi umat Islam di seluruh dunia.

Keadilan dan Kebenaran dalam Islam

Dalam Islam, keadilan dan kebenaran adalah nilai-nilai yang sangat penting. Al-Quran berfirman:
“Wa qul ja’a l-haqqu wa zahaqa l-batilu inna l-batila kana zahuqa” (QS. Al-Isra’: 81)
Artinya: “Dan katakanlah: ‘Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap, sesungguhnya kebatilan itu adalah yang lenyap’.”

Ayat ini menunjukkan bahwa kebenaran akan selalu menang atas kebatilan. Oleh karena itu, perjuangan Ayatullah Khomenei dapat dilihat sebagai perjuangan yang sesuai dengan ajaran Islam, dan kita harus percaya bahwa Allah akan selalu mendukung perjuangan kita.

Melawan Kemungkaran dan Kezaliman

Rasulullah SAW juga bersabda:
“Man ra’a munkaran fa-layuyghayyirhu bi-yadihi, fa-in lam yastati’ fa-bi-lisani, fa-in lam yastati’ fa-bi-qalbi, wa-dhalika ad’afu l-imani” (Shahih Muslim, No. 49)
Artinya: “Barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Trending di Artikel