Menu

Mode Gelap
Pentingnya Penguatan Peran Komite dalam Peningkatan Kualitas Madrasah Aliyah Interview PT SCHNEIDER Indonesia Jurusan Teknik Otomasi Industri SMKN 1 Japara Jaksa Masuk Sekolah di SMKN 1 Cimahi “Kenali Hukum, Hindari Hukuman” Solusi Made Hiroki pada Masalah Sampah di Bali melalui Mesin Pemusnah Sampah tanpa Asap Audiensi Kakanwil Kemenag Jabar dan PGMM Bahas Kesejahteraan Guru Madrasah Prestasi Membanggakan TK Al Fitroh di Ajang Smart Parahyangan Marching Arts Competition

Artikel

Perjuangan Ayatullah Rohullah Khomaeni: Sebuah Refleksi Islam

badge-check

Akhmad Sobarna, Guru Besar Pendidikan Olahraga, STKIP Pasundan. Perbesar

Akhmad Sobarna, Guru Besar Pendidikan Olahraga, STKIP Pasundan.

Oleh: Akhmad Sobarna
Guru Besar Pendidikan Olahraga, STKIP Pasundan

SAMBAS MEDIA – Ayatullah Rohullah Khomenei, Pemimpin Tertinggi Negara Iran, telah memimpin perjuangan melawan Israel dan Amerika dengan menggunakan teknologi canggih untuk melawan ketidakadilan. Perjuangan ini merupakan upaya untuk mempertahankan keadilan dan kebenaran, serta melawan penindasan. Dalam konteks ini, Ayatullah Khomenei telah menunjukkan keberanian dan keteguhan dalam menghadapi musuh-musuh Islam, sehingga menjadi inspirasi bagi umat Islam di seluruh dunia.

Keadilan dan Kebenaran dalam Islam

Dalam Islam, keadilan dan kebenaran adalah nilai-nilai yang sangat penting. Al-Quran berfirman:
“Wa qul ja’a l-haqqu wa zahaqa l-batilu inna l-batila kana zahuqa” (QS. Al-Isra’: 81)
Artinya: “Dan katakanlah: ‘Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap, sesungguhnya kebatilan itu adalah yang lenyap’.”

Ayat ini menunjukkan bahwa kebenaran akan selalu menang atas kebatilan. Oleh karena itu, perjuangan Ayatullah Khomenei dapat dilihat sebagai perjuangan yang sesuai dengan ajaran Islam, dan kita harus percaya bahwa Allah akan selalu mendukung perjuangan kita.

Melawan Kemungkaran dan Kezaliman

Rasulullah SAW juga bersabda:
“Man ra’a munkaran fa-layuyghayyirhu bi-yadihi, fa-in lam yastati’ fa-bi-lisani, fa-in lam yastati’ fa-bi-qalbi, wa-dhalika ad’afu l-imani” (Shahih Muslim, No. 49)
Artinya: “Barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Senior, Mentor dan Guru

4 April 2026 - 13:00 WIB

TOGA Tanaman yang Memiliki Khasiat Kesehatan Bisa Ditanam secara Mandiri

3 April 2026 - 09:00 WIB

Top 10 Rektor PTS dengan H-Index Tertinggi di Indonesia, 50% Dikuasai Pengurus APTISI Jabar

12 Maret 2026 - 13:00 WIB

LANGKAH PROGRESIF TRUMP DAN PRABOWO

9 Maret 2026 - 12:40 WIB

Masukan Kritis FKKSMKS Jawa Barat di Acara Uji Publik Eksternal SPMB 2026

5 Maret 2026 - 21:02 WIB

Trending di Artikel