Menu

Mode Gelap
Prestasi Membanggakan Siswi SMK Kesehatan Bhakti Kencana Cimahi di Kejuaraan Pencak Silat BMW Championship Ti Jepara ka Mancanagara Monitoring Pelaksanaan TKA Jenjang SD Upaya Memastikan Kesiapan Peserta Didik Liburan Sekolah Lebih Seru di Swiss-Belresort Dago Heritage, Pesan Melalui Aplikasi Mobile Swiss-belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan “Easter Playtime” Dengan Program Little Chef Indonesian Student Research Competition (ISRC) 2026 Menggali Potensi Sains dalam Diri Generasi Muda

Artikel

Top 10 Rektor PTS dengan H-Index Tertinggi di Indonesia, 50% Dikuasai Pengurus APTISI Jabar

badge-check

Top 10 Rektor PTS dengan H-Index Tertinggi di Indonesia, 50% Dikuasai Pengurus APTISI Jabar Perbesar

SAMBAS MEDIA – Peta kekuatan akademik perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah dirilisnya pemeringkatan AD Scientific Index yang menampilkan daftar rektor dengan H-index tertinggi. Indikator ini menjadi salah satu ukuran penting untuk melihat produktivitas dan dampak ilmiah seorang akademisi berdasarkan publikasi dan sitasi karya ilmiah dalam basis data internasional.

Dalam daftar Top 10 Rektor Perguruan Tinggi Swasta dengan H-index Tertinggi di Indonesia versi AD Scientific Index, sejumlah nama akademisi terkemuka muncul dengan capaian yang kuat di bidang riset dan publikasi ilmiah. Menariknya, 50 persen dari daftar tersebut diisi oleh pengurus APTISI Jawa Barat, menandakan kuatnya kontribusi kepemimpinan akademik dari wilayah tersebut dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional.

Posisi peringkat pertama ditempati oleh Muhammad Yusuf, Direktur Politeknik Praktisi Bandung, dengan H-index 56. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara rektor PTS lainnya dalam daftar ini, mencerminkan produktivitas riset yang konsisten serta dampak ilmiah yang luas di komunitas akademik.

Di posisi kedua terdapat Yuda Turana dari Universitas Katolik Atma Jaya dengan H-index 39, disusul oleh Achmad Nurmandi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan H-index 37. Kedua akademisi ini dikenal aktif dalam penelitian serta publikasi ilmiah yang berkontribusi pada penguatan reputasi akademik institusinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ti Jepara ka Mancanagara

21 April 2026 - 09:48 WIB

Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji

16 April 2026 - 09:00 WIB

Senior, Mentor dan Guru

4 April 2026 - 13:00 WIB

TOGA Tanaman yang Memiliki Khasiat Kesehatan Bisa Ditanam secara Mandiri

3 April 2026 - 09:00 WIB

LANGKAH PROGRESIF TRUMP DAN PRABOWO

9 Maret 2026 - 12:40 WIB

Trending di Artikel