“Pembentukan Satgas ini bukan hanya untuk penindakan, tetapi juga pencegahan. Kami ingin membangun kesadaran masyarakat agar tidak terlibat dalam aksi premanisme,” tutur Ngatiyana.
Selain itu, keberadaan Satgas juga diharapkan dapat membantu aparat kepolisian dan TNI dalam memitigasi potensi gangguan keamanan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Dengan posisi Cimahi sebagai kota perlintasan strategis, pengamanan ekstra diperlukan guna memastikan kelancaran arus mudik dan keamanan lingkungan.
“Dengan adanya Satgas ini, kami berharap masyarakat merasa lebih aman dan nyaman beraktivitas,” tambah Ngatiyana. Ngatiyana juga mengingatkan agar seluruh anggota Satgas menjalankan tugas dengan humanis, menjaga hubungan baik dengan masyarakat, serta memberikan edukasi untuk mencegah keterlibatan generasi muda dalam tindakan kriminal.
“Kami ingin menciptakan Cimahi yang aman dan tentram, di mana setiap warga dapat beraktivitas tanpa rasa takut,” pungkasnya.**
