Menu

Mode Gelap
BGN Libatkan Sekolah dan Pemda Perkuat Validasi Data Penerima Makan Bergizi Gratis Eat Grill.id Hadir di Bandung, Tawarkan Konsep AYCE dengan Pelayanan Setara dan Makan Sepuasnya YELLO Hotel Paskal Bandung Perkenalkan Paket Wedding, Ulang Tahun, dan Table Manner dengan Konsep Kekinian Sosialisasi SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Wilayah 4 Disdik Kabupaten Bandung Enam Terduga Pelaku Perundungan Siswi di Tana Toraja Diamankan Polisi ibis Bandung Trans Studio Tawarkan Paket Liburan Sekolah Lengkap dengan Tiket Trans Studio Bandung

Artikel

Di Tengah Hilangnya Kemerdesaan, Masih Perlukah Euforia Peringatan Hari Desa?

Perbesar

Kita berbicara kemandirian, tetapi dengan ruang fiskal yang belum benar-benar memerdekakan desa.

Masih banyak desa yang ingin membangun ini dan itu, tetapi tersandera oleh prioritas yang sudah ditentukan dari atas.

Apakah desa boleh memilih prioritas sesuai kebutuhan lokal? Boleh. Tetapi tetap saja ada batasan-batasan yang membuat desa “merdeka secara teori, terikat secara praktik”.

4. Euforia Peringatan Hari Desa: Perlukah atau Justru Menyakitkan?

Pada satu sisi, peringatan hari desa adalah momen penting untuk mengingatkan negara bahwa desa adalah fondasi bangsa. Namun pada sisi lain, euforia berlebihan terasa janggal ketika desa justru masih harus berjuang keras untuk merdeka dalam mengelola dirinya sendiri.

Hari Desa seharusnya bukan sekadar pesta simbolik, tetapi: momentum merefleksikan relasi desa–pemerintah di semua tingkatan, evaluasi sejauh mana regulasi berpihak pada desa, ajakan untuk mengembalikan kepercayaan dan kewenangan ke desa,
seruan memperkuat perlindungan hukum bagi kepala desa dan perangkatnya, kesadaran bahwa desa bukan objek laporan, tapi subjek pembangunan.

Peringatan tanpa perubahan hanya akan menjadi seremoni yang penuh slogan tetapi kosong makna.

5. Kemerdesaan Desa Harus Diperjuangkan, Bukan Dirayakan

Hari ini, banyak kepala desa dan masyarakatnya justru merindukan sesuatu yang dulu pernah mereka miliki: keleluasaan untuk menentukan masa depan desa sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Ti Jepara ka Mancanagara

21 April 2026 - 09:48 WIB

Trending di Artikel
Exit mobile version