Menu

Mode Gelap
Monitoring Pelaksanaan TKA Jenjang SD Upaya Memastikan Kesiapan Peserta Didik Liburan Sekolah Lebih Seru di Swiss-Belresort Dago Heritage, Pesan Melalui Aplikasi Mobile Swiss-belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan “Easter Playtime” Dengan Program Little Chef Indonesian Student Research Competition (ISRC) 2026 Menggali Potensi Sains dalam Diri Generasi Muda Unjuk Karya Siswa SMK pada Pelaksanaan UKK Kejati Jabar Gelar Kegiatan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Padalarang

Kriminal

Direktur Politeknik Praktisi Bandung Tegas Kecam Ujaran Resbob: Martabat Sunda dan Bobotoh Tidak Boleh Diinjak!

badge-check

YouTuber Resbob yang diduga menghina suporter Viking dan menyebut identitas Sunda dengan kalimat bernada merendahkan. Perbesar

YouTuber Resbob yang diduga menghina suporter Viking dan menyebut identitas Sunda dengan kalimat bernada merendahkan.

SAMBAS MEDIA, BANDUNG – Kontroversi ucapan YouTuber Resbob yang diduga menghina suporter Viking dan menyebut identitas Sunda dengan kalimat bernada merendahkan kembali memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Tidak hanya publik dan tokoh masyarakat, kalangan akademisi pun mulai angkat suara.
Salah satu yang memberikan sikap tegas adalah Muhammad Yusuf, Direktur Politeknik Praktisi Bandung.

Dalam wawancara khusus bersama redaksi, Jum’at (12/12/2025), Yusuf menilai ucapan Resbob bukan sekadar luapan emosi sesaat, melainkan bentuk ujaran kebencian berbasis identitas etnis yang berpotensi menimbulkan dampak sosial serius.

“Sebagai Akademisi dan Bobotoh, Saya Mengecam Keras.”
Dalam pernyataannya, Yusuf menyebut bahwa apa yang disampaikan Resbob telah melewati batas toleransi berpendapat di ruang digital.
“Sebagai akademisi, sebagai orang Bandung, dan sebagai bobotoh, saya mengecam keras ucapan tersebut.

Pernyataan itu jelas menghina harkat masyarakat Sunda dan martabat komunitas bobotoh yang selama ini dikenal solid, menjunjung etika, dan tidak pernah menganggu orang lain” tegasnya.
Ia menilai Resbob bukan hanya menyerang kelompok suporter tertentu, tetapi juga menyentuh identitas budaya yang dijunjung tinggi masyarakat Sunda.

Kajian Ilmiah: Ucapan Resbob Masuk Kategori Ujaran Kebencian.
Dalam perspektif ilmiah, Yusuf menjelaskan bahwa ujaran yang menghina kelompok etnis memiliki konsekuensi sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar konten hiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Karyawan Toko Jadi Tersangka Pembunuhan Pasutri di Cisarua, Ditangkap Kurang dari 12 Jam

4 Maret 2026 - 10:00 WIB

Bahar bin Smith Dijerat Pasal Berlapis dalam Kasus Penganiayaan di Tangerang

2 Februari 2026 - 13:35 WIB

Identitas Pria dalam Video Asusila Bareng Lisa Mariana Mulai Terungkap, Polisi Lakukan Pemeriksaan Forensik

25 Juli 2025 - 13:23 WIB

Tragedi Siswa SMA Garut, Pemerintah Soroti Efektivitas Tim Anti-Kekerasan di Sekolah

16 Juli 2025 - 12:52 WIB

Suami Adelia Septa Jadi Tersangka KDRT, Polisi Siap Lakukan Penangkapan

19 April 2025 - 11:50 WIB

Trending di Kriminal