Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan OPADI. Pengoperasian dan distribusi paket sembako dilakukan langsung oleh pihak kelurahan, yang bertugas memastikan bantuan ini diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menganggarkan Rp 13 miliar untuk OPADI sepanjang tahun 2025, dengan alokasi khusus Rp 8,03 miliar untuk menghadapi lonjakan harga menjelang Idul Fitri. Selain OPADI, anggaran juga disiapkan untuk operasi pasar pada perayaan Idul Adha, Natal, serta dalam kondisi tertentu di mana harga komoditas mengalami kenaikan signifikan.
Kepala UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Agro Disperindag Provinsi Jawa Barat, Linda Novita, menyatakan bahwa subsidi yang diberikan mencapai 50,24% dari harga pasar, sehingga mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “OPADI bukan hanya upaya stabilisasi harga, tetapi juga bentuk perlindungan sosial agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tuturnya.
