Menu

Mode Gelap
Mahasiswa INU Ciamis Desak Penelusuran Dugaan Intimidasi dan Kebocoran Informasi Aksi Demonstrasi STIKOM Bandung Dorong Mahasiswa Adaptif di Era Disrupsi Digital Lewat STIKOM Expo 2026 Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi Gelar Konferensi Pers Terkait Rebranding RSUD Cibabat GAUL 2026 Hadirkan Kolaborasi Ekonomi Kreatif, Film Ra.ha.yu Jadi Simbol Sinergi Lintas Sektor IRPRO 2026 Sukses Digelar di Bandung, Satukan Peneliti Muda dari 12 Negara dalam Ajang Inovasi Global Disdikbud Kabupaten Subang Laksanakan Uji Kompetensi Guru, Kasubag Umpeg Turut Awasi Pelaksanaan di SMPN 4 Subang

Artikel

Ekonomi Tak Pulih Cepat? Justru di Sini Neoliberalisme Ketahuan Busuk

badge-check

Ekonomi Tak Pulih Cepat? Justru di Sini Neoliberalisme Ketahuan Busuk Perbesar

  • Menciptakan opini pesimistis tentang pertumbuhan ekonomi untuk menekan sentimen publik.
  • Menggembosi keberhasilan aturan pengetatan fiskal sebagai rezim yang ‘anti-pertumbuhan’.
  • Menyerang kebijakan industrialisasi seolah negara harus tunduk pada impor dan liberalisasi tanpa kontrol.
  • Menebarkan narasi chaos fiskal untuk memaksa pemerintah kembali mengadopsi resep lama yang gagal.
  • Ini adalah bukan sekadar debat ekonomi teknis; ini adalah upaya sabotase terhadap kebijakan nasional yang ingin mengubah tatanan lama demi kedaulatan ekonomi bangsa.

Mandat Politik Presiden

Posisi Purbaya bukanlah semata pilihan teknokratis; ia adalah bagian dari implementasi visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kedaulatan ekonomi sebagai pilar utama dalam pembangunan nasional. Dalam pidato kenegaraan 15 Agustus 2025, Presiden Prabowo menegaskan arah fundamental pembangunan ekonomi dengan referensi konstitusional yang tegas:

“Ketika kita tidak konsekuen menjalankan Undang-Undang Dasar kita, terjadilah distorsi ekonomi … perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian … dan ketika kita konsekuen menjalankan Undang-Undang Dasar kita … kita dapat mencapai berbagai kemajuan yang cukup berarti.”

Keberpihakan ini jelas menegaskan bahwa arah kebijakan fiskal dan pembangunan ekonomi yang tengah ditempuh bukanlah pilihan pragmatis semata, tetapi literal implementasi dari mandat ideologis bangsa sesuai amanat konstitusi.

Menghadapi Sabotase Neoliberalisme

Neoliberalisme telah gagal menjadikan pertumbuhan yang inklusif. Selama lebih dari dua dekade, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak pernah berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan. Distribusi kekayaan tetap timpang, sementara ketergantungan pada modal asing dan jaringan rente terus memperlemah daya saing nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Trending di Artikel