Menu

Mode Gelap
BGN Libatkan Sekolah dan Pemda Perkuat Validasi Data Penerima Makan Bergizi Gratis Eat Grill.id Hadir di Bandung, Tawarkan Konsep AYCE dengan Pelayanan Setara dan Makan Sepuasnya YELLO Hotel Paskal Bandung Perkenalkan Paket Wedding, Ulang Tahun, dan Table Manner dengan Konsep Kekinian Sosialisasi SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Wilayah 4 Disdik Kabupaten Bandung Enam Terduga Pelaku Perundungan Siswi di Tana Toraja Diamankan Polisi ibis Bandung Trans Studio Tawarkan Paket Liburan Sekolah Lengkap dengan Tiket Trans Studio Bandung

Artikel

Ekonomi Tak Pulih Cepat? Justru di Sini Neoliberalisme Ketahuan Busuk

Perbesar

Kebijakan fiskal saat ini mencoba mematahkan pola ini dengan memperkuat pondasi produksi nasional, disiplin anggaran, dan kedaulatan ekonomi—bukan sekadar memperbesar angka pertumbuhan makro.
Oleh karena itu, serangan terhadap Purbaya bukan kritik kebijakan biasa, melainkan bagian dari upaya mempertahankan status quo neolib, yang selama ini lebih menguntungkan kelompok tertentu daripada rakyat banyak.

Mengamankan Arah Baru

Indonesia tidak dapat lagi tunduk pada narasi dan kepentingan neoliberalisme yang terbukti gagal menyejahterakan rakyat. Kebijakan Purbaya adalah lanjutan dari komitmen ideologis Presiden Prabowo untuk memulihkan kedaulatan ekonomi, yang secara eksplisit dirumuskan dalam pidato kenegaraan dan dirancang agar selaras dengan amanat konstitusi. Serangan yang dilancarkan aktor neolib harus disikapi bukan sebagai opini biasa, tetapi sebagai pertarungan ideologis yang harus dijawab secara politik, intelektual, dan strategi kebijakan yang tegas.

Indonesia perlu kedaulatan ekonomi, pemerataan kekayaan, dan kebijakan yang berpihak pada rakyat, bukan narasi yang terus mempertahankan ketergantungan struktural. Dan dalam konteks itu, keberanian Purbaya — didukung oleh mandat konstitusional presiden — harus dikawal, bukan disabotase.

Neoliberalisme telah menjadikan bangsa ini pasar tanpa kedaulatan. Karena itu, tidak ada ruang untuk kompromi: ia harus dihancurkan sampai ke akar-akarnya demi memastikan ekonomi Indonesia kembali bekerja untuk rakyat, bukan untuk jaringan rente dan modal asing.

Sawangan, 16 Januari 2026

Bin

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Ti Jepara ka Mancanagara

21 April 2026 - 09:48 WIB

Trending di Artikel
Exit mobile version