Menu

Mode Gelap
Mahasiswa INU Ciamis Desak Penelusuran Dugaan Intimidasi dan Kebocoran Informasi Aksi Demonstrasi STIKOM Bandung Dorong Mahasiswa Adaptif di Era Disrupsi Digital Lewat STIKOM Expo 2026 Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi Gelar Konferensi Pers Terkait Rebranding RSUD Cibabat GAUL 2026 Hadirkan Kolaborasi Ekonomi Kreatif, Film Ra.ha.yu Jadi Simbol Sinergi Lintas Sektor IRPRO 2026 Sukses Digelar di Bandung, Satukan Peneliti Muda dari 12 Negara dalam Ajang Inovasi Global Disdikbud Kabupaten Subang Laksanakan Uji Kompetensi Guru, Kasubag Umpeg Turut Awasi Pelaksanaan di SMPN 4 Subang

Artikel

Ekonomi Tak Pulih Cepat? Justru di Sini Neoliberalisme Ketahuan Busuk

Perbesar

SAMBAS MEDIA – Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa pemulihan ekonomi nasional tidak secepat yang diperkirakan telah memicu kegaduhan di kalangan tertentu. Padahal, apa yang ia sampaikan merupakan langkah politik paling jujur dan paling bertanggung jawab dalam lanskap ekonomi kontemporer.

Ketegasan semacam ini mencerminkan pemahaman yang jauh dari optimismisme semu tradisi neoliberalisme; ini adalah pengakuan atas realitas dan komitmen untuk memperbaiki struktur ekonomi bangsa dari akar.

Namun, keberanian ini justru memicu reaksi panik dari kelompok neolib. Mereka yang selama puluhan tahun mengagung-agungkan liberalisasi tanpa batas, deregulasi sepihak, dan dominasi modal asing kini mencoba menggiring narasi publik agar pesimis terhadap arah kebijakan pemerintah.

Purbaya dan Keberanian Meluruskan Arah

Dalam konteks pembangunan ekonomi, Purbaya berada di garis depan reformasi struktural: penataan ulang kebijakan fiskal, penguatan disiplin anggaran, serta penegakan aturan yang memprioritaskan kemandirian dan kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, pengakuan bahwa pemulihan ekonomi membutuhkan waktu bukanlah bentuk pasrah pada stagnasi, melainkan keputusan strategis untuk menjaga stabilitas jangka panjang dan tidak terus menerus terseret oleh ekspektasi semu pasar.

Panik Neolib dan Sabotase Sistematis

Kelompok neolib tampak gelisah karena rezim ekonomi berbasis rente yang mereka nikmati mulai runtuh. Serangan mereka terstruktur melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Trending di Artikel
Exit mobile version