“Dua puluh tiga pekerja yang mereka pekerjakan ditarik per Desember. Tidak ada uang sepeser pun yang diberikan ke Masjid Agung,” ujarnya.
Menurut pihak Nazhir, kebutuhan operasional masjid saat ini dapat mencapai lebih dari Rp100 juta per bulan, mencakup kebutuhan listrik, air, kebersihan, keamanan, tenaga operasional hingga pelayanan jamaah.
Perubahan pola dukungan tersebut membuat pihak Nazhir harus mencari sumber pembiayaan lain agar kegiatan dan pelayanan masjid tetap berjalan.
135 Titik Kebocoran Jadi Perhatian
Selain persoalan biaya operasional, kondisi fisik bangunan Masjid Agung Bandung juga menjadi sorotan.
Rudi menyebut terdapat sekitar 135 titik kebocoran atau kerusakan yang membutuhkan penanganan.
“Kami diwarisi 135 titik kebocoran di sana. Ini kenapa publik harus tahu,” kata Rudi.
Menanggapi informasi tersebut, Umar meminta agar kondisi bangunan tidak hanya menjadi bahan perdebatan dalam forum. Ia mendorong adanya pemeriksaan dan dokumentasi langsung di lapangan.
