SAMBAS MEDIA, SUMEDANG – Fenomena surutnya air Bendungan Jatigede kembali menyingkap sejarah yang terkubur. Setelah 11 tahun tenggelam sejak penggenangan Bendungan Jatigede pada 2015, Makam Ibu Ratu Inten Nawang Wulan, Istri dari Eyang Prabu Guru Aji Putih, muncul kembali ke permukaan.
Kondisi makam terlihat masih terawat secara adat. Batu-batu besar melingkari pusara, di dalamnya taburan bunga mawar merah dan putih menutupi seluruh permukaan makam. Di sekitarnya, pohon-pohon mati yang dahulu terendam kini berdiri kering menjadi saksi bisu.
Menurut penuturan sesepuh dan peziarah yang datang, makam ini merupakan salah satu situs keramat yang dihormati warga Jatigede. Selama bendungan penuh, lokasi ini berada di kedalaman air. Namun saat musim kemarau panjang dan debit air Jatigede surut drastis, kompleks makam lama di dasar bendungan kembali terlihat.
Warga yang berziarah terlihat menggelar tahlil dan tabur bunga, membawa kembang tujuh rupa, kemenyan, dan sesajen sederhana sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Padepokan Sasadu Debus Leuwibudah & Saburo08 Wargakota Belanegara turut memantau fenomena ini sebagai bagian dari Pelestarian Budaya & Sejarah Leluhur. Menurut Kader Sasadu Debus:
























