Menu

Mode Gelap
Kajati Jabar Pimpin Upacara Peringatan HUT PERSAJA ke-75, Perkuat Solidaritas dan Integritas Insan Adhyaksa Wujud Penguatan Kapasitas dan Kolaborasi Global Seminar Internasional pada Peringatan HUT PERSAJA ke-75 Hasil Pemetaan ITB dan Disdik Jabar Tunjukkan Pentingnya Penguatan Kompetensi Matematika Siswa Ujian Akhir Berstandar Nasional Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula se-Kecamatan Lembang Tahun 2026 Kick Off SPMB Tahun Ajaran 2026-2027, Tidak Ada Titip Menitip Murid Baru Progres Pembangunan Jaringan Distribusi Utama di Rancamanyar dan Rancamulya

Artikel

Kerajaan, NKRI dan Sistem Administrasi Publik Indonesia: Refleksi Perjalanan Ternate dan Tidore

badge-check

Sultan Todore, Sultan Husain Alting Sjah (Tengah memakai kopiah) Perbesar

Sultan Todore, Sultan Husain Alting Sjah (Tengah memakai kopiah)

Oleh : Rd Ahmad Buchari
Dosen Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran & Wakil Ketua Bidang Pengembangan Wilayah dan Kelembagaan DPP IAPA

SAMBAS MEDIA Perjalanan ke Maluku Utara pada tanggal 19-21 September 2025 untuk menghadiri undangan seminar nasional dan pelantikan Dewan Pengurus Daerah Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Wilayah Maluku Utara di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), menjadi pengalaman yang sarat makna. Selain menjalankan amanah akademik dan organisasi profesi, perjalanan ini menghadirkan kesempatan berharga untuk menapaki jejak sejarah dan kebudayaan yang hidup di bumi Ternate dan Tidore.

Di sela rangkaian acara, kami rombongan IAPA, berkesempatan bertemu dengan Sultan Tidore. Dalam pertemuan tersebut, beliau dengan penuh kebijaksanaan menceritakan bagaimana sejarah panjang Kesultanan Tidore, posisinya dalam geopolitik Nusantara, hingga hubungannya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Momen ini menjadi refleksi penting: bagaimana kerajaan, NKRI, dan sistem administrasi publik Indonesia saling terkait dalam perjalanan bangsa.

Jejak Sejarah Kesultanan Ternate dan Tidore

Kesultanan Ternate dan Tidore adalah dua kerajaan besar di Maluku Utara yang sejak abad ke-15 telah dikenal dunia. Kedua kesultanan ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan rempah, tetapi juga pemain utama dalam percaturan politik dan diplomasi internasional.

Tidore, misalnya, menjalin hubungan erat dengan Spanyol dan Filipina Selatan, sementara Ternate memiliki kedekatan dengan Portugis dan Belanda. Aliansi yang berbeda ini menunjukkan betapa kerajaan-kerajaan di Maluku Utara memiliki strategi diplomasi yang cerdas untuk menjaga kedaulatan dan kepentingannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Ti Jepara ka Mancanagara

21 April 2026 - 09:48 WIB

Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji

16 April 2026 - 09:00 WIB

Senior, Mentor dan Guru

4 April 2026 - 13:00 WIB

TOGA Tanaman yang Memiliki Khasiat Kesehatan Bisa Ditanam secara Mandiri

3 April 2026 - 09:00 WIB

Trending di Artikel