Menu

Mode Gelap
Pos Bindu “Mawar Bodas” Perumnas Cijerah 1 RW 05 Milad Ke-19 Wujudkan Lansia Bahagia STEBI BINA ESSA Gandeng Proskill Entrepreneur Academy, Bekali Mahasiswa Keterampilan Public Speaking DPP XTC Indonesia Gelar Rapat Kerja Awal Tahun, Perkuat Evaluasi dan Strategi Organisasi Silaturahmi dan Rembug Warga RW 05 Cijerah Ruang Aspirasi Program Musrenbang dan Prakarsa 2026 Ketum LSM Inakor Dukung Anggaran 92 M di DPRD Kota Cimahi XTC Indonesia Gelar Konsolidasi Nasional, Mantapkan Transformasi Organisasi Menuju Generasi Emas 2045

Artikel

Kerajaan, NKRI dan Sistem Administrasi Publik Indonesia: Refleksi Perjalanan Ternate dan Tidore

badge-check


Sultan Todore, Sultan Husain Alting Sjah (Tengah memakai kopiah) Perbesar

Sultan Todore, Sultan Husain Alting Sjah (Tengah memakai kopiah)

Oleh : Rd Ahmad Buchari
Dosen Administrasi Publik FISIP Universitas Padjadjaran & Wakil Ketua Bidang Pengembangan Wilayah dan Kelembagaan DPP IAPA

SAMBAS MEDIA Perjalanan ke Maluku Utara pada tanggal 19-21 September 2025 untuk menghadiri undangan seminar nasional dan pelantikan Dewan Pengurus Daerah Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Wilayah Maluku Utara di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), menjadi pengalaman yang sarat makna. Selain menjalankan amanah akademik dan organisasi profesi, perjalanan ini menghadirkan kesempatan berharga untuk menapaki jejak sejarah dan kebudayaan yang hidup di bumi Ternate dan Tidore.

Di sela rangkaian acara, kami rombongan IAPA, berkesempatan bertemu dengan Sultan Tidore. Dalam pertemuan tersebut, beliau dengan penuh kebijaksanaan menceritakan bagaimana sejarah panjang Kesultanan Tidore, posisinya dalam geopolitik Nusantara, hingga hubungannya dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Momen ini menjadi refleksi penting: bagaimana kerajaan, NKRI, dan sistem administrasi publik Indonesia saling terkait dalam perjalanan bangsa.

Jejak Sejarah Kesultanan Ternate dan Tidore

Kesultanan Ternate dan Tidore adalah dua kerajaan besar di Maluku Utara yang sejak abad ke-15 telah dikenal dunia. Kedua kesultanan ini tidak hanya menjadi pusat perdagangan rempah, tetapi juga pemain utama dalam percaturan politik dan diplomasi internasional.

Tidore, misalnya, menjalin hubungan erat dengan Spanyol dan Filipina Selatan, sementara Ternate memiliki kedekatan dengan Portugis dan Belanda. Aliansi yang berbeda ini menunjukkan betapa kerajaan-kerajaan di Maluku Utara memiliki strategi diplomasi yang cerdas untuk menjaga kedaulatan dan kepentingannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketum LSM Inakor Dukung Anggaran 92 M di DPRD Kota Cimahi

12 Januari 2026 - 13:20 WIB

Cokroaminoto Kini

3 Januari 2026 - 13:37 WIB

Refleksi Akhir Tahun 2025, Cermin Perbaikan Sistem Bernegara

27 Desember 2025 - 13:27 WIB

10 Peneliti Terbaik di Indonesia pada Bidang Business & Management Versi AD Scientific Index 2025, Direktur Politeknik Praktisi Peringkat ke -7

6 Desember 2025 - 09:00 WIB

Generasi Tua Mewariskan Bencana Alam, Bencana Sosial dan Moral, Generasi Muda Memikul beban Kerusakan

1 Desember 2025 - 21:22 WIB

Trending di Artikel