Menu

Mode Gelap
Bantuan Pendidikan harus Tepat Sasaran, Mendikdasmen-Kejaksaan RI Perkuat Pengawasan bersama Pemerintah Daerah Kajati Jabar Pimpin Upacara Peringatan HUT PERSAJA ke-75, Perkuat Solidaritas dan Integritas Insan Adhyaksa Wujud Penguatan Kapasitas dan Kolaborasi Global Seminar Internasional pada Peringatan HUT PERSAJA ke-75 Hasil Pemetaan ITB dan Disdik Jabar Tunjukkan Pentingnya Penguatan Kompetensi Matematika Siswa Ujian Akhir Berstandar Nasional Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula se-Kecamatan Lembang Tahun 2026 Kick Off SPMB Tahun Ajaran 2026-2027, Tidak Ada Titip Menitip Murid Baru

Artikel

Kerajaan, NKRI dan Sistem Administrasi Publik Indonesia: Refleksi Perjalanan Ternate dan Tidore

badge-check

Sultan Todore, Sultan Husain Alting Sjah (Tengah memakai kopiah) Perbesar

Sultan Todore, Sultan Husain Alting Sjah (Tengah memakai kopiah)

2. Pluralitas sebagai Kekuatan. Maluku Utara dengan Ternate dan Tidore menunjukkan bahwa pluralitas politik dan sosial adalah modal sosial, bukan ancaman. NKRI akan semakin kokoh bila keberagaman ini dirawat dan dihargai.

3. Sinergi Kerajaan dan Birokrasi Modern. Kerajaan dan birokrasi negara bukan dua kutub yang harus dipertentangkan. Justru keduanya bisa bersinergi: birokrasi menyediakan struktur formal, sementara kerajaan menyediakan legitimasi kultural dan kedekatan sosial.

Refleksi dari perjalanan ke Ternate dan Tidore mengajarkan bahwa NKRI adalah rumah besar yang dibangun di atas fondasi kerajaan, perjuangan rakyat, dan modernisasi birokrasi. Menyatukan ketiganya bukan hanya soal sejarah, tetapi juga soal masa depan administrasi publik Indonesia. Sultan Tidore, dalam tutur bijaknya, mengingatkan bahwa kerajaan tetap menjadi bagian dari identitas bangsa dan mitra strategis negara. Bagi saya pribadi, pengalaman ini mempertegas bahwa administrasi publik Indonesia harus senantiasa mencari keseimbangan: antara rasionalitas birokrasi dan legitimasi sosial-kultural.

Perjalanan akademik menghadiri seminar dan pelantikan IAPA Maluku Utara tidak hanya memperkaya pengetahuan profesi, tetapi juga meneguhkan pemahaman tentang pentingnya integrasi kerajaan, NKRI, dan sistem administrasi publik dalam perjalanan bangsa.***

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Ti Jepara ka Mancanagara

21 April 2026 - 09:48 WIB

Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji

16 April 2026 - 09:00 WIB

Senior, Mentor dan Guru

4 April 2026 - 13:00 WIB

TOGA Tanaman yang Memiliki Khasiat Kesehatan Bisa Ditanam secara Mandiri

3 April 2026 - 09:00 WIB

Trending di Artikel