SAMBAS MEDIA, BANDUNG – Di tengah tuntutan peningkatan mutu publikasi ilmiah dan daya saing perguruan tinggi, Pembina Perkumpulan Pendidik Broadcasting dan Film Indonesia (PERDIBROFI) Jawa Barat, Dr. Firdaus Azwar Ersyad, S.Sn., M.Sn., mendorong penguatan ekosistem pendidikan film dan broadcasting melalui kolaborasi strategis lintas lembaga.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PERDIBROFI Jawa Barat dan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Bandung di Bandung. Dokumen kerja sama ditandatangani Firdaus bersama Ketua STIKOM Bandung, Dr. Dedy Djamaluddin Malik, M.S., disaksikan Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kerja Sama STIKOM Bandung, Muhammad Farid, S.Sos., M.Ikom., serta para dosen.
Kerja sama ini berfokus pada penguatan tata kelola jurnal ilmiah berbasis Open Journal System (OJS), peningkatan standar editorial, optimalisasi proses penelaahan sejawat (peer review), serta percepatan akreditasi nasional. Namun, menurut Firdaus, agenda tersebut merupakan bagian dari strategi yang lebih luas.
“Yang ingin kami bangun adalah ekosistem. Pendidikan film dan broadcasting tidak bisa berdiri sendiri-sendiri antara kampus, organisasi profesi, dan industri. Harus ada sistem yang terintegrasi,” ujar Firdaus.
