Ia menambahkan, penguatan jurnal akan berdampak langsung terhadap peningkatan kapasitas dosen, akreditasi institusi, serta peluang kolaborasi lintas kampus. Dalam jangka panjang, kualitas publikasi juga akan menentukan posisi perguruan tinggi dalam pemetaan reputasi akademik nasional.
Farid menekankan, keterlibatan dosen sebagai editor dan reviewer menjadi bagian penting dalam menjaga integritas dan mutu artikel ilmiah.
“Ketika dosen terlibat dalam proses editorial, mereka tidak hanya menulis, tetapi juga belajar menilai, mengkritisi, dan memperbaiki standar ilmiah. Di situlah kualitas tumbuh,” ujarnya.
Komitmen Institusi dan Konektivitas Industri
Ketua STIKOM Bandung, Dr. Dedy Djamaluddin Malik, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi kampus untuk memperkuat riset terapan dan konektivitas dengan dunia industri.
“STIKOM Bandung siap berkolaborasi secara konkret. Kami ingin memastikan bahwa pengembangan jurnal dan kegiatan ilmiah tidak terlepas dari kebutuhan industri komunikasi dan kreatif yang terus berubah,” katanya.
Ia menilai, publikasi ilmiah di bidang komunikasi tidak boleh terjebak pada diskursus teoritis semata, melainkan harus mampu merespons transformasi digital, perkembangan teknologi penyiaran, serta dinamika produksi konten kreatif.
