“Kita terus berupaya bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga penyuluh agama, untuk menjaga Jawa Barat tetap damai dan harmonis,” ungkapnya.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dalam membangun komunikasi yang efektif serta memperkuat upaya pencegahan konflik.
“Peran kita adalah mengajak kepada kebaikan, menciptakan kesejahteraan, serta menjadi pendamai di tengah masyarakat. Nilai-nilai harmoni dan kedamaian harus terus kita jaga,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI, Muhammad Adib Abdushomad atau yang akrab disapa Gus Adib, menegaskan bahwa kerukunan dan kedamaian merupakan investasi paling berharga bagi bangsa.
“Pesan kuat dari Menteri Agama adalah menjaga kerukunan dan kedamaian whatever it takes. Tanpa itu, pembangunan yang sudah ada bisa rusak,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah konflik keagamaan di berbagai daerah, seperti di Tangerang, Maluku Utara, dan Lampung, menunjukkan pentingnya sistem deteksi dini yang efektif. Berkat komunikasi intensif dan kolaborasi lintas pihak, konflik tersebut dapat ditangani dengan cepat.
“Early Warning System SI-RUKUN menjadi instrumen penting untuk mendeteksi potensi konflik sebelum terjadi. Ini yang kita butuhkan saat ini,” jelasnya.
