“Investasi terbesar kita adalah investasi pada generasi muda. Pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat, khususnya biaya pendidikan non-akademik seperti seragam, alat tulis, dan kebutuhan personal lainnya,” ujar Ngatiyana.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan mencakup biaya personal peserta didik, perlengkapan belajar, serta pakaian seragam sekolah. Seluruhnya dirancang untuk memastikan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman, percaya diri, dan memiliki sarana yang memadai. Ngatiyana juga berpesan agar bantuan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung prestasi dan pengembangan diri peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi. Menurutnya, penghargaan bukan sekadar hadiah, melainkan bentuk dukungan dan motivasi agar pelajar terus berprestasi, berkarakter, dan berdaya saing. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada guru dan orang tua atas peran penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, menyampaikan bahwa penerima bantuan telah melalui proses pendataan dan verifikasi yang ketat. Data peserta didik diselaraskan dengan sistem Dapodik dan basis data kesejahteraan sosial guna memastikan bantuan tepat sasaran.
“Program ini menjadi salah satu strategi menekan angka putus sekolah. Ketika kebutuhan dasar pendidikan terpenuhi, siswa dapat lebih fokus belajar dan mengembangkan potensinya,” jelasnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.*
(Red/Bidang IKPS)
