9. Rosihon Anwar – UIN Sunan Gunung Djati Bandung (H-Index: 27)
Di persimpangan antara tradisi dan modernitas, Rosihon Anwar menghadirkan pemikiran Islam yang relevan bagi dunia yang berubah cepat. Karyanya menjembatani kajian klasik dengan tantangan dunia kontemporer—dan komunitas akademik global mengakuinya.
10. Ova Emilia – Universitas Gadjah Mada (H-Index: 25)
Di ruang-ruang kuliah kedokteran, nama Ova Emilia adalah legenda. Ia mengubah cara mahasiswa kedokteran belajar, merancang metode yang lebih manusiawi namun tetap ilmiah. Pengaruhnya terasa tidak hanya di fakultas kedokteran UGM, tetapi juga dalam riset pendidikan medis regional.
Lebih dari Angka—Ini Cerita tentang Masa Depan Pendidikan Tinggi
Daftar ini bukan sekadar urutan angka sitasi. Ia adalah cerita tentang perubahan. Tentang kampus yang ingin bersaing secara global. Tentang rektor yang bukan hanya memimpin administrasi, tetapi memimpin pengetahuan.
Dari politeknik hingga universitas riset, dari laut hingga laboratorium molekuler, dari ruang pendidikan hingga pemikiran Islam, mereka adalah wajah baru kepemimpinan akademik Indonesia.*
(Red/www.adsceintificindex.com)



























