Menu

Mode Gelap
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Kejati Jabar dengan BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah V Jabar Prestasi Membanggakan Siswi SMK Kesehatan Bhakti Kencana Cimahi di Kejuaraan Pencak Silat BMW Championship Peringatan Hari Kartini Momentum Strategis Peran Perempuan  Ti Jepara ka Mancanagara Monitoring Pelaksanaan TKA Jenjang SD Upaya Memastikan Kesiapan Peserta Didik Liburan Sekolah Lebih Seru di Swiss-Belresort Dago Heritage, Pesan Melalui Aplikasi Mobile

Artikel

Top 10 Rektor PTS dengan H-Index Tertinggi di Indonesia, 50% Dikuasai Pengurus APTISI Jabar

badge-check

Top 10 Rektor PTS dengan H-Index Tertinggi di Indonesia, 50% Dikuasai Pengurus APTISI Jabar Perbesar

Berikut daftar lengkap Top 10 Rektor PTS dengan H-index Tertinggi di Indonesia versi AD Scientific Index:

1. Muhammad Yusuf– Politeknik Praktisi Bandung – H-index 56
2. Yuda Turana– Universitas Katolik Atma Jaya – H-index 39
3. Achmad Nurmandi– Universitas Muhammadiyah Yogyakarta – H-index 37
4. Hamam Hadi – Universitas Alma Ata Yogyakarta – H-index 33
5. Djwantoro Hardjito – Universitas Kristen Petra – H-index 32
6. Mohammad Suyanto – Universitas AMIKOM Yogyakarta – H-index 30
7. Azhar Affandi– Universitas Pasundan – H-index 28
8. Tri Basuki Joewono– Universitas Katolik Parahyangan – H-index 27
9. Eddy Soeryanto Soegoto– Universitas Komputer Indonesia – H-index 23
10. Suyanto– Universitas Telkom – H-index 23

Menariknya, dari sepuluh nama tersebut, lima rektor merupakan pengurus APTISI Jawa Barat, yaitu:

* Muhammad Yusuf (Politeknik Praktisi Bandung) – Peringkat 1
* Azhar Affandi (Universitas Pasundan) – Peringkat 7
* Tri Basuki Joewono (Universitas Katolik Parahyangan) – Peringkat 8
* Eddy Soeryanto Soegoto (Universitas Komputer Indonesia) – Peringkat 9
* Suyanto (Universitas Telkom) – Peringkat 10

Dominasi ini menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki ekosistem akademik yang kuat dalam mendorong produktivitas riset di lingkungan perguruan tinggi swasta, sekaligus memperlihatkan peran strategis para pemimpin perguruan tinggi dalam membangun budaya publikasi ilmiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ti Jepara ka Mancanagara

21 April 2026 - 09:48 WIB

Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji

16 April 2026 - 09:00 WIB

Senior, Mentor dan Guru

4 April 2026 - 13:00 WIB

TOGA Tanaman yang Memiliki Khasiat Kesehatan Bisa Ditanam secara Mandiri

3 April 2026 - 09:00 WIB

LANGKAH PROGRESIF TRUMP DAN PRABOWO

9 Maret 2026 - 12:40 WIB

Trending di Artikel