Menu

Mode Gelap
Surat Edaran KPK dalam Pencegahan Korupsi dan Pungli di SPMB 150 Siswa SMA Jabar Pulang Bawa Karakter Baru BGN Libatkan Sekolah dan Pemda Perkuat Validasi Data Penerima Makan Bergizi Gratis Eat Grill.id Hadir di Bandung, Tawarkan Konsep AYCE dengan Pelayanan Setara dan Makan Sepuasnya YELLO Hotel Paskal Bandung Perkenalkan Paket Wedding, Ulang Tahun, dan Table Manner dengan Konsep Kekinian Sosialisasi SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Wilayah 4 Disdik Kabupaten Bandung

Artikel

Dari ‘Atuda…’ Menjadi ‘Sanajan…’ Transformasi Semangat Warga Jawa Barat Mencari Solusi

badge-check

Agus Nugroho, Penyuka pagi dan Jalan kaki Perbesar

Agus Nugroho, Penyuka pagi dan Jalan kaki

Oleh: Agus Nugroho
Penyuka pagi dan Jalan kaki

SAMBAS MEDIA – Berawal dari pidato penyemangat Pak Sekda Jabar Pak Herman Suryatman, yang memotivasi seluruh ASN Jabar, saya tergelitik untuk menguraikannya secara lebih dalam tentang judul diatas.

Di berbagai sudut kampung, kota, dan lembur di Jawa Barat, sering kali terdengar ungkapan yang terasa sangat akrab di telinga: “Atuda…”– sebuah kata yang mencerminkan alasan, keraguan, atau bahkan ketidakberdayaan. “Atuda can siap…”, “Atuda loba tangtangan…”, atau “Atuda moal bisa…”* adalah contoh frasa yang sering meluncur secara spontan saat seseorang menghadapi kesulitan. Meskipun terasa wajar, jika terus-menerus dijadikan pembuka kalimat, ungkapan ini bisa menjadi penghalang besar bagi perubahan positif.

Kebiasaan memulai segala hal dengan alasan bisa menjadi semacam jebakan mental yang membuat kita diam di tempat. Tanpa disadari, pola pikir ini tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, dalam percakapan keluarga, diskusi masyarakat, bahkan dalam ruang pembelajaran dan pemerintahan. Bila dibiarkan, budaya ini bisa mengendap menjadi mentalitas “alus dina omong, hésé dina lampah,” yaitu piawai dalam beralasan namun enggan bergerak menghadapi kenyataan.

Namun, warga Jawa Barat memiliki kekuatan tersendiri yang tidak bisa diremehkan: daya tahan dan nilai-nilai kearifan lokal yang penuh dengan kesabaran, gotong royong, dan tekad baja. Dalam semangat itu, muncul gerakan perubahan mental yang kini mulai digaungkan: mengganti kata “Atuda…” dengan “Sanajan…”. Sebuah pergeseran sederhana dalam berbahasa, tapi besar dalam dampaknya pada pola pikir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Ti Jepara ka Mancanagara

21 April 2026 - 09:48 WIB

Trending di Artikel