Menu

Mode Gelap
Bandung Max Independent Rayakan Satu Dekade, Perkuat Solidaritas Bikers Lewat Max Mania 2026 Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN MPLS Pancawaluya SMK Wiraswasta Cimahi Tahun Ajaran 2026/2027 PAKAR PBB sebagai Upaya Penguatan Karakter Siswa SMPN 7 Cimahi Pelepasan Mahasiswa Peserta Program PROBIDIK Gema Jawa Barat dan Penanggulangan MoU SMK bersama Dunia Industri Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026-2027 Kota Cimahi

Kriminal

Direktur Politeknik Praktisi Bandung Tegas Kecam Ujaran Resbob: Martabat Sunda dan Bobotoh Tidak Boleh Diinjak!

badge-check

YouTuber Resbob yang diduga menghina suporter Viking dan menyebut identitas Sunda dengan kalimat bernada merendahkan. Perbesar

YouTuber Resbob yang diduga menghina suporter Viking dan menyebut identitas Sunda dengan kalimat bernada merendahkan.

“Dalam kajian komunikasi publik dan psikologi sosial, penghinaan berbasis identitas etnis adalah salah satu bentuk hate speech yang paling berbahaya,” ujarnya.

Menurutnya, ada setidaknya empat faktor yang membuat pernyataan Resbob tidak bisa dianggap remeh:

1. Mengandung unsur SARA, menyasar identitas etnis dan komunitas budaya.
2. Daya sebar cepat, mengingat platform digital memungkinkan viralitas dalam hitungan menit.
3. Berpotensi membentuk sentimen negatif, bahkan di antara kelompok yang sebelumnya tidak terlibat.
4. Dapat memicu konflik horizontal, terutama di daerah dengan identitas komunal kuat.
“Konten digital memiliki efek kumulatif. Ucapan seperti ini tidak pernah berdiri sendiri. Ia membentuk persepsi, menggerakkan emosi kolektif, dan pada titik tertentu dapat memantik tindakan massa,” jelas Yusuf.

Bobotoh dan Sunda: Identitas yang Harus Dihormati
Lebih lanjut, Yusuf menegaskan bahwa komunitas bobotoh bukan hanya kelompok suporter biasa, tetapi entitas sosial yang memiliki solidaritas, sejarah, dan nilai kebersamaan yang kuat, menjadi bobotoh sebuah budaya turun menurun yang diturunkan dari generasi ke generasi.
“Bobotoh adalah salah satu komunitas suporter terbesar di Indonesia. Mereka punya nilai budaya, kontribusi sosial, dan reputasi kebersamaan yang selalu dijaga,” katanya.
Karena itu, ia menilai penghinaan tersebut bukan hanya menyentuh ranah sepak bola, tetapi juga identitas kolektif masyarakat Jawa Barat, khususnya Sunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Enam Terduga Pelaku Perundungan Siswi di Tana Toraja Diamankan Polisi

30 Mei 2026 - 13:00 WIB

Karyawan Toko Jadi Tersangka Pembunuhan Pasutri di Cisarua, Ditangkap Kurang dari 12 Jam

4 Maret 2026 - 10:00 WIB

Bahar bin Smith Dijerat Pasal Berlapis dalam Kasus Penganiayaan di Tangerang

2 Februari 2026 - 13:35 WIB

Identitas Pria dalam Video Asusila Bareng Lisa Mariana Mulai Terungkap, Polisi Lakukan Pemeriksaan Forensik

25 Juli 2025 - 13:23 WIB

Tragedi Siswa SMA Garut, Pemerintah Soroti Efektivitas Tim Anti-Kekerasan di Sekolah

16 Juli 2025 - 12:52 WIB

Trending di Kriminal