Menu

Mode Gelap
Kejati Jabar Gelar Kegiatan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Padalarang Kolaborasi CSA Indonesia, Q-SYS, dan Shure Hadirkan Pusat Teknologi Terintegrasi Jaksa Sahabat Guru Ciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman, Anti Bullying serta Anti Kekerasan Gentra Lestari Budaya hadir di Paguyuban BANDUNGARIUNG Membawa UMKM Lokal ke Global Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji Road to YKABF 2026 Digelar, Picu Antusiasme Menuju Perhelatan Utama

Artikel

Gabungkan Ilmu Psikologi dan Antropologi, Prof. Subandi Kembangkan Terapi Kesehatan Mental Berbasis Budaya

Perbesar

Keberhasilan Prof. Subandi dalam menggabungkan psikologi dan antropologi membuatnya dikenal sebagai akademisi yang berfokus pada kesehatan mental berbasis budaya dan spiritual. Tidak hanya itu, Subandi juga ahli dalam bidang metodologi psikologi, desain dan analisis, psikologi agama, serta psikologi kesehatan, klinis, dan konseling, “Saya selalu melihat kesehatan mental tidak hanya dari sisi individu, tetapi juga dari konteks masyarakat, budaya, dan spiritualitas. Psikologi Islam dan psikologi budaya juga menjadi bagian dari fokus saya,” katanya.

Dari kerja riset internasional ini, ia membuat inovasi model rujukan balik di rumah sakit jiwa. Inovasi ini memastikan pasien dengan gangguan jiwa yang sudah selesai dirawat di rumah sakit mendapatkan pendampingan terapi lanjutan di puskesmas.

Selanjutnya, inovasi kedua yang ia kembangkan mencanangkan program “Gelimas Jiwa” di Puskesmas Kasihan II Bantul. Program ini melibatkan pelatihan kader kesehatan mental di masyarakat untuk mendampingi pasien. Bahkan, Gelimas Jiwa ini telah meraih penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Lalu inovasinya yang ketiga adalah kebijakan kesehatan mental di Kabupaten Kulon Progo. Bersama dengan Dinas Kesehatan Kulon Progo, beliau mengembangkan Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk meningkatkan layanan kesehatan mental di tingkat kabupaten. “Inovasi-inovasi ini tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga diimplementasikan langsung ke masyarakat. Hasilnya harus nyata dan ini akan terus berlanjut,” ungkap Subandi.

Atas inovasi yang sudah ia kembangkan selama puluhan tahun, mendapat penghargaan pionir akademisi melalui Anugerah Silver Academic Leader 2024 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi luar biasa beliau dalam riset, inovasi, dan pengembangan sistem kesehatan mental di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji

16 April 2026 - 09:00 WIB

Senior, Mentor dan Guru

4 April 2026 - 13:00 WIB

TOGA Tanaman yang Memiliki Khasiat Kesehatan Bisa Ditanam secara Mandiri

3 April 2026 - 09:00 WIB

Top 10 Rektor PTS dengan H-Index Tertinggi di Indonesia, 50% Dikuasai Pengurus APTISI Jabar

12 Maret 2026 - 13:00 WIB

LANGKAH PROGRESIF TRUMP DAN PRABOWO

9 Maret 2026 - 12:40 WIB

Trending di Artikel
Exit mobile version