Kendati demikian, warga Muara Komam tidak patah arang. Mereka menyesuaikan diri. Sawit menjadi pilihan karena mampu memberi pemasukan bulanan yang lebih pasti, menopang biaya sekolah anak-anak dan kebutuhan harian.
Ekspedisi Patriot: Kolaborasi yang Membumi
Tim Ekspedisi Patriot di Muara Komam dipimpin Dr. Rd. Ahmad Buchari dari Universitas Padjadjaran, bersama empat mahasiswa bidang peternakan dan keperawatan. Namun mereka tidak bergerak sendiri. Universitas Padjadjaran juga menggandeng Universitas Mulawarman (Unmul) Kalimantan Timur sebagai mitra lokal. Dukungan datang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang sudah lama bersentuhan dengan dinamika masyarakat setempat.
Kolaborasi ini membuat kerja tim lebih kokoh: mahasiswa Unpad membawa bekal riset dan teori, sementara Unmul menghadirkan pemahaman lapangan dan kedekatan kultural dengan warga. Dengan kekuatan itu, mereka terjun langsung ke desa-desa Sekuan Makmur, Binangon, Uko, hingga Muara Kuaro.
“Ekspedisi Patriot diharapkan mampu memperkuat peran transmigrasi sebagai pilar pembangunan nasional, sekaligus menyiapkan Muara Komam menjadi simpul ekonomi baru Kalimantan Timur,” ujar Buchari.



























