Di sana, para mahasiswa tidak sekadar mencatat dan bertanya, melainkan ikut menapaki pematang sawah padang, masuk ke kandang ternak, serta berbincang di beranda rumah-rumah kayu milik warga. Data yang terkumpul tak hanya berasal dari analisis tutupan lahan dengan citra satelit, tetapi juga dari obrolan santai bersama warga yang sering kali menyimpan jawaban paling jujur tentang potensi sekaligus persoalan desa.
Selain penggalian potensi, tim juga menggelar program Patriot Cilik (Pacil) di sekolah-sekolah dasar dan menengah. Anak-anak dikenalkan pada pentingnya cinta tanah air melalui permainan edukatif. Kepala SDN 016 Muara Komam mengaku gembira: “Anak-anak bisa belajar dengan cara yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah,” ujar Muh. Arafa.
Muara Komam dalam Angka
Menurut data BPS Kecamatan Muara Komam dalam Angka 2024, wilayah ini dihuni oleh lebih dari 20 ribu jiwa. Luasnya mencapai ribuan hektare dengan mata pencaharian utama di sektor perkebunan, pertanian, dan peternakan. Sawit dan karet mendominasi perekonomian, sementara komoditas pangan lokal seperti jagung, pisang, dan sayuran masih dikembangkan dalam skala kecil.
Infrastruktur dasar masih terbatas, namun jalan-jalan desa mulai terkoneksi dengan jalur kabupaten yang menghubungkan Paser ke wilayah tengah Kalimantan. Potensi energi lokal pun besar, termasuk pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian produktif.



























